Daerah

800 Anak Yatim dan Kurang Mampu Dikhitan Gratis

ACEH UTARA – Sebanyak 800 anak yatim serta kurang mampu di Lhokseumawe dan Aceh Utara mengikuti khitan gratis di gedung CMC, Kecamatan Syamtalira Aron. Kegiatan sosial itu digelar oleh PT Pema Global Energi (PGE) atas dukungan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Anak-anak yang beruntung dikhitan secara gratis itu berasal dari Kecamatan Nibong, Kecamatan Tanah Luas, Matangkuli, Syamtalira Aron, Pirak Timu, Paya Bakong, Langkahan, Baktiya, Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Lalu Blang Mangat dan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Sebagai simbolis, 200 anak dikhitan langsung di gedung CMC, sedangkan lainnya dilakukan di Puskesmas masing-masing kecamatan. Para peserta juga mendapatkan bingkisan berupa baju kaos, sarung, dan sejumlah uang tunai dalam bantuan sosial bertemakan “khitanan cerita” itu.

Tiga Bulan Pascabanjir, Asmaul Bertahan di Tenda dan Bangkit Lewat Jualan Gorengan

‎Plt Sekda Aceh Utara, Jamaluddin menyampaikan apresiasi kepada PT PGE atas dilaksanakannya kegiatan khitanan gratis, dan santunan kepada anak-anak yatim dan kurang mampu yang membutuhkan.‎

‎“PGE sudah sangat banyak membantu berbagai hal untuk masyarakat Aceh Utara khususnya di sekitar wilayah operasinya,” katanya, Rabu, 25 Februari 2026.

Dikatakan Jamal, khitanan dan pemberian santunan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang memang sangat dibutuhkan mengingat kondisi ekonomi masyarakat pasca banjir saat ini sedang sulit.‎

Abdul Halim Kembali Nahkodai PWI Aceh Utara

‎Sementara Direktur PT PGE, Anis Haryono, menyampaikan khitanan tersebut dalam rangka berbagi kebaikan dengan masyarakat tetangga perusahaan sekitar operasional PGE di Wilayah Kerja B.‎

‎”Kami juga terus berkomitmen menciptakan dampak sosial yang positif dan berkesinambungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi di Aceh Utara dan masyarakat Aceh secara umum”, ujar Agus. ‎

‎Anis menambahkan dalam hal pengembangan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial, setiap tahun PGE merencanakan dan merealisasikan bantuan kemasyarakatan berdasarkan anggaran yang disetujui oleh BPMA.‎

Kasus Atlet Panjat Tebing Mengguncang, Komisi X DPR RI Desak Proses Hukum Transparan

‎”PGE telah melaksanakan kegiatan yang sama sejak 2023 untuk 80 anak, di 2024 sebanyak 450 anak, lalu 2025 sekitar 800 anak terakhir 2026 sebanyak 800 anak,” imbuhnya.

× Advertisement
× Advertisement