Jakarta | Posindependent.com – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi sepakat memperluas kemitraan strategis Indonesia-Mesir melalui kerja sama perdagangan, investasi, pendidikan, kelautan, dan pertahanan dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 11 Oktober 2026. Kedua negara juga menargetkan nilai perdagangan mencapai US$5 miliar pada 2030 serta menegaskan dukungan terhadap penyelesaian damai konflik Palestina.
Pertemuan tersebut menghasilkan empat nota kesepahaman yang mencakup rencana aksi kemitraan strategis, pembebasan visa bagi pemegang paspor tertentu, kerja sama statistik, serta kelautan dan perikanan. Kedua pemerintah juga membahas peluang investasi bersama, penguatan industri pertahanan, dan perluasan hubungan pendidikan.
Dalam pernyataan pers bersama, Prabowo menekankan bahwa hubungan kedua negara harus menghasilkan program konkret yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, El-Sisi menyatakan keinginan Mesir menerjemahkan kemitraan strategis dengan Indonesia menjadi proyek bersama di berbagai sektor.
Kunjungan kenegaraan ini sekaligus melanjutkan komunikasi tingkat tinggi setelah kedua negara meningkatkan hubungan mereka menjadi kemitraan strategis pada 2025. Agenda di Jakarta mencakup pembicaraan bilateral, penandatanganan dokumen kerja sama, pernyataan pers bersama, dan jamuan kenegaraan.
Indonesia-Mesir Bidik Perdagangan US$5 Miliar pada 2030
Perdagangan dan investasi menjadi salah satu fokus pembicaraan Prabowo dan El-Sisi. Presiden Mesir menyampaikan target peningkatan nilai perdagangan kedua negara hingga US$5 miliar pada 2030, disertai upaya mengatasi hambatan yang selama ini membatasi hubungan ekonomi.
El-Sisi juga melihat peluang kerja sama dalam proyek hilirisasi. Menurutnya, posisi Mesir dapat membuka akses bagi kegiatan usaha Indonesia menuju pasar Arab, Afrika, dan Eropa.
Sementara itu, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Mesir ingin memperluas hubungan ekonomi melalui perdagangan, investasi, dan kemitraan dunia usaha. Kedua negara turut membahas pembentukan Joint Investment Fund oleh lembaga investasi masing-masing untuk mendorong pendanaan proyek strategis.
Prabowo juga menyambut inisiatif pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA). Kerangka kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar dan membuka peluang investasi bagi pelaku usaha kedua negara.
Meski demikian, target perdagangan US$5 miliar pada 2030 merupakan sasaran yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, bukan nilai perdagangan yang sudah tercapai. Pencapaiannya akan bergantung pada tindak lanjut kebijakan, realisasi investasi, dan perkembangan hubungan dagang kedua negara.
Empat Nota Kesepahaman Jadi Landasan Kerja Sama
Pertemuan bilateral di Istana Merdeka menghasilkan empat nota kesepahaman yang diumumkan kedua pemerintah. Dokumen tersebut menjadi bagian dari upaya memperjelas bidang kerja sama dan memperkuat hubungan kelembagaan Indonesia-Mesir.

Empat kesepakatan itu meliputi:
- Nota kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Mesir mengenai rencana aksi kemitraan strategis.
- Nota kesepahaman tentang pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik, paspor dinas, dan paspor khusus.
- Nota kesepahaman tentang kerja sama statistik.
- Nota kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan pihak Mesir mengenai kelautan dan perikanan.
Dalam pernyataan pers bersama, Prabowo menjelaskan bahwa agenda kerja sama tidak berhenti pada empat dokumen tersebut. Kedua negara juga membahas investasi, perdagangan, ekonomi, dan industri pertahanan.
Kerja sama kelautan dan perikanan menjadi salah satu perhatian karena membuka ruang pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Kedua negara juga menaruh perhatian pada upaya pemberantasan penangkapan ikan ilegal.
Namun, pengumuman kesepakatan perlu diikuti pelaksanaan program, pembagian tanggung jawab kelembagaan, serta evaluasi hasil agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan dunia usaha.
Kerja Sama Pertahanan dan Pendidikan Diperluas
Di bidang pertahanan, Prabowo dan El-Sisi sepakat memperluas kolaborasi industri pertahanan sekaligus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pendidikan, latihan bersama, dan pertukaran kunjungan pimpinan serta pakar.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Mesir dalam membantu memenuhi kebutuhan kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang bertugas menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di kawasan Timur Tengah.
Pada sektor pendidikan, kedua negara ingin memperkuat hubungan yang selama ini terjalin melalui mahasiswa Indonesia di Mesir, terutama di Universitas Al-Azhar.
Prabowo menyebut pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar sebagai salah satu perkembangan dalam hubungan pendidikan kedua negara. Indonesia juga ingin meningkatkan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk belajar di Mesir serta membuka ruang bagi lembaga pendidikan Mesir untuk berkolaborasi di Indonesia.
Kerja sama tersebut dapat mencakup pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, dan penelitian bersama. El-Sisi menyatakan Mesir siap menyambut mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Al-Azhar maupun perguruan tinggi lainnya di negaranya.
Prabowo turut mengapresiasi tawaran tambahan beasiswa dari Mesir, khususnya untuk bidang kedokteran, teknik, dan sains. Rencana ini memberi peluang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Prabowo dan El-Sisi Tegaskan Dukungan bagi Palestina
Selain kerja sama ekonomi dan pendidikan, kedua kepala negara membahas perkembangan geopolitik, terutama konflik Palestina dan situasi keamanan di Timur Tengah.
Prabowo menyampaikan keprihatinan atas kekerasan terhadap masyarakat sipil, pelanggaran hukum internasional, serta tindakan yang dinilai memperburuk konflik. Ia kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara merdeka melalui solusi dua negara.

Indonesia dan Mesir juga mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi dengan menghormati kedaulatan setiap negara serta menghindari campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain.
El-Sisi menilai perkembangan di Palestina memiliki pengaruh langsung terhadap stabilitas kawasan. Karena itu, ia menekankan pentingnya upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian yang menyeluruh.
Kedua negara turut menegaskan komitmen melanjutkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, termasuk dukungan terhadap pemulihan dan rekonstruksi Gaza.
Prabowo mengingatkan bahwa peningkatan eskalasi konflik dapat memperburuk keselamatan masyarakat sipil sekaligus mengganggu stabilitas internasional dan perekonomian global. Karena itu, kedua negara mendorong pengendalian diri, penghormatan terhadap hukum internasional, dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Hubungan Historis Menjadi Modal Kemitraan Strategis
Dalam pembicaraan bilateral, Prabowo mengingatkan dukungan Mesir terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 1945–1949. Ia menilai hubungan historis tersebut menjadi salah satu landasan persahabatan yang perlu terus diperkuat melalui kerja sama masa kini.
El-Sisi juga mengapresiasi hubungan panjang Indonesia-Mesir. Ia menilai peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis pada 2025 membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Menurut El-Sisi, kepercayaan dan komunikasi antara kedua pemimpin perlu diterjemahkan menjadi proyek bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pandangan tersebut sejalan dengan penekanan Prabowo terhadap pentingnya kerja sama konkret di berbagai sektor.
Sebelum pertemuan bilateral, Prabowo menyambut El-Sisi melalui upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Ribuan pelajar dan masyarakat turut menyambut rombongan di kawasan Monumen Nasional dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Mesir.
Penyambutan tersebut juga menampilkan kesenian dari sejumlah daerah, termasuk Tari Enggang, Tari Piring, Reog Ponorogo, dan Tari Tandok. Prosesi resmi mencakup pemeriksaan pasukan kehormatan dan penghormatan melalui salvo 21 tembakan meriam.
Setelah menyelesaikan agenda di Istana Kepresidenan, Prabowo mengantar El-Sisi ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Pesawat yang membawa Presiden Mesir dan rombongan mendapat pengawalan pesawat TNI AU hingga meninggalkan wilayah udara Indonesia.
Kunjungan kenegaraan ini memperlihatkan luasnya agenda Indonesia-Mesir, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pendidikan, pertahanan, dan diplomasi perdamaian. Tantangan berikutnya adalah memastikan empat nota kesepahaman serta berbagai rencana kerja sama dapat berlanjut menjadi program yang terukur.***


