Lhokseumawe | Posindependent.com – Sebanyak 20 keluarga miskin di Lhokseumawe menerima bantuan rumah layak huni dan aman gempa dari Islamic Relief Indonesia, melalui program kemanusiaan yang bekerja sama dengan Baitul Mal setempat, Sabtu, 11 Juli 2026.
Serah terima kunci rumah kepada 20 penerima manfaat tersebut dilaksanakan di Gampong Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini.
Kepala Baitul Mal Lhokseumawe, Zamanhur mengatakan pada 2025 Islamic Relief Indonesia sudah membangun 50 unit ruma kepada masyarakat miskin dan anak yatim di Lhokseumawe. Di tahun yang sama juga mulai dikerjakan 20 unit lagi, hanya saja rampung dan diserahterimakan tahun ini.
“Terima kasih atas dukungan pemerintah kota. Siapapun boleh kirim data meminta rumah ke Baitul Mal, kita akan verifikasi jika layak maka akan dibangun rumahnya,” kata Zamanhur.
CEO Yayasan Relief Islami Indonesia, Nanang Subana Dirja menyebutkan kepada penerima manfaat rumah tersebut diharapkan bisa menjaga dan memanfaatkan sebaik mungkin. Karena bantuan pembangunan rumah itu bukan sekadar bangunan, tetapi wujud kepedulian dan kasih sayang seluruh masyarakat yang sudah mendonasikan khususnya pemberi zakat baik dari Australia ataupun Aceh.
“Manfaatkan rumah ini menjadi tempat tinggal dan ibadah yang nyaman, didik anak-anak dengan baik hingga mereka bisa meraih masa depan cemerlang,” tuturnya.
Nanang menambahkan, hingga saat ini pihaknya sudah membangun 356 unit rumah untuk kaum dhuafa dan anak yatim, sebanyak 70 diantaranya berada di Lhokseumawe.
Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini berharap mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak lagi bantuan rumah layak huni dan aman gempa bagi masyarakat dhuafa. Sehingga tidak ada lagi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Kami sangat mengharapkan ke depan ada kerja sama yang baik, demi membantu serta memberikan manfaat masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” imbuhnya.
Salah seorang penerima manfaat, Sulaiman mengaku tidak pernah bermimpi bisa menempati rumah layak huni seperti berdiri tegak di hadapannya hari ini, rasa syukur tidak putus-putus terucap dari m pria pekerja sebagai upah harian di sawah itu.
“Alhamdulillah terima kasih banyak kepada semua yang sudah membantu rumah kepada kami. Semoga kepada semuanya diberikan keberkahan dan dibalas kebaikannya oleh Allah,” ujar suami dari Linawati itu dengan tetesan air mata di pipinya.
Selama ini, Sulaiman bersama anak-anaknya tinggal di rumah kayu dengan atap bocor. Saat hujan deras mengguyur air membasahi isi kediaman mereka.
“Alhamdulillah, tidak henti-hentinya kami mengucapkan syukur dan rasa terima kasih,” imbuhnya.***


