Berita Nasional Sains

Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-751 Jadi Momentum Kepedulian, Bantuan Mengalir untuk Korban Banjir Aceh Utara

Penyaluran bantuan korban banjir Aceh Utara pada kegiatan Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-751 oleh CISAH dan relawan Ramadhan 2026
Relawan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir dalam rangka Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-751 di Aceh Utara, Ramadhan 2026. Dok/CISAH

Aceh Utara | Posindependent.com Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-751 di Aceh Utara tidak hanya menjadi momentum mengenang tokoh besar dalam sejarah Islam di Nusantara, tetapi juga menghadirkan aksi nyata kepedulian bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Peringatan yang berlangsung pada bulan suci Ramadhan ini menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada warga di sejumlah kecamatan di Aceh Utara yang masih merasakan dampak bencana banjir.

Kegiatan tersebut digagas oleh Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) bersama Halaqah Mukhlisin Malaysia, para donatur Perumahan Bogor Asri, Ummi Hana, Abu Hasan, Forum Komunikasi Masyarakat Geuredong Pase, Komunitas Trader Aceh, serta sejumlah penggiat sejarah dan budaya Aceh.

Jelang Lebaran, Yuk Manfaatkan Bazar Murah Korem Lilawangsa Besok

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak tanggal 5 hingga 13 Maret 2026 dengan mengusung tema “Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Utara.” Tema ini menegaskan bahwa peringatan Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga gerakan kemanusiaan untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang diuji.

Menghidupkan Nilai Kepedulian Sang Sultan

Ketua CISAH, Abd. Hamid, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, serta para penggiat sejarah yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, bulan Ramadhan selalu menjadi pengingat bagi manusia untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Sepuluh Makanan Tinggi Purin yang Paling Cepat Picu Asam Urat

“Bagi masyarakat Aceh, Sultan Al-Malik Ash-Shalih bukan sekadar tokoh dalam catatan sejarah,” ujar Abd. Hamid yang akrab disapa Abel Pasai.

Ia menjelaskan bahwa Sultan Al-Malik Ash-Shalih merupakan simbol awal berkembangnya Islam di Asia Tenggara sekaligus figur yang menanamkan nilai keimanan, keadilan, serta kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, memperingati Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih harus dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali nilai kemanusiaan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Kemenag Tetapkan Besaran Zakat Fitrah di Aceh Utara 2,8 Kilogram Per Jiwa

Bantuan Mengalir untuk Korban Banjir

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Langkahan dan sejumlah wilayah lain di Aceh Utara yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa sejarah tidak hanya hidup dalam buku atau situs makam bersejarah, tetapi juga mampu menggerakkan solidaritas sosial masyarakat.

haul sultan al malik ash shalih, haul sultan pasai aceh, sejarah samudera pasai, aceh utara, bantuan korban banjir aceh utara, ramadhan berbagi aceh, cisah aceh, sejarah islam asia tenggara, kegiatan sosial aceh

penyaluran bantuan korban banjir aceh utara pada kegiatan haul sultan al malik ash shalih ke 751 oleh cisah dan relawan ramadhan 2026. Dok/Cisah

Selain penyaluran bantuan, panitia juga menggelar doa bersama, tausiah Ramadhan, serta pemaparan sejarah mengenai sosok Sultan Al-Malik Ash-Shalih yang disampaikan oleh peneliti CISAH, Sukarna Putra.

Suasana haru menyelimuti kegiatan ketika panitia memberikan santunan kepada puluhan anak yatim di sekitar kawasan makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih.

Rapat Finalisasi Program MEMPHIS-PGA di Lhokseumawe Bahas Pemanfaatan Aset Terbengkalai untuk Pemberdayaan Ekonomi

Warisan Sejarah yang Tetap Hidup

Puncak kegiatan berlangsung pada 13 Maret 2026, ketika para relawan kembali bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat di beberapa kecamatan lain di Aceh Utara.

Meski berlangsung sederhana, kegiatan ini menghadirkan makna mendalam bagi masyarakat. Banyak warga merasa terharu karena perhatian dan kepedulian itu hadir di tengah kondisi sulit yang mereka alami.

Melalui Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-751, masyarakat Aceh kembali diingatkan bahwa warisan para pendahulu tidak hanya terpatri dalam nisan sejarah, tetapi juga hidup dalam tindakan nyata yang membantu sesama.

Dari tanah Pasai yang sarat sejarah, pesan itu kembali bergema, peradaban besar tidak dibangun hanya dengan kekuasaan dan kemegahan, tetapi dengan kepedulian, persatuan, dan keberanian untuk berbagi.

Karena itulah, Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih setiap tahunnya bukan hanya menjadi agenda peringatan sejarah, melainkan juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali nilai kemanusiaan yang diwariskan kepada generasi masa kini dan masa depan.***

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama Pos Independent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.

× Advertisement
× Advertisement