Aceh Utara | Posindependent.com – Tragedi di Gunung Singgah Mata, Nagan Raya, mengubah hidup Musnaini (35), warga Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Ia kehilangan suami tercinta, Muhammad Sabar (45), dalam kecelakaan tunggal, sementara putranya yang berusia empat tahun, Muhammad Asyraf, mengalami luka berat hingga harus menjalani operasi di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Musnaini mendampingi anaknya selama lebih dari 20 hari tanpa kepastian biaya. Dengan kondisi ekonomi yang terpuruk setelah kepergian suaminya, ia kebingungan memenuhi kebutuhan harian. Di masa paling sulit itu, Baitul Mal Aceh Utara hadir sebagai penyambung harapan.
Kecelakaan terjadi ketika keluarga dalam perjalanan menuju Aceh Selatan untuk menghadiri pesta pernikahan kerabat. Sepeda motor yang dikendarai almarhum diduga mengalami rem blong di jalan menurun Gunung Singgah Mata dan terjun ke jurang sedalam 16 meter. Sabar meninggal di lokasi, sementara Asyraf selamat dengan kondisi luka parah.
Musnaini Bertahan Tanpa Biaya, Bantuan Datang dari Telepon Tengah Malam
Selama hampir tiga minggu di RSUDZA, Musnaini berjuang memenuhi kebutuhan Asyraf. Ia bahkan beberapa kali hanya mengandalkan bantuan sesama pasien untuk membeli pampers dan makanan.
Di tengah kebingungan, seorang pasien memberi nomor kontak petugas Baitul Mal Aceh Utara. Dengan suara bergetar, ia memberanikan diri menghubungi nomor tersebut pada malam hari.
Kasubag Informasi dan Teknologi Baitul Mal Aceh Utara, Mukhlis, menjawab panggilan itu. Ia langsung mengidentifikasi kondisi darurat setelah melihat foto dan video yang dikirimkan Musnaini.
“Kami langsung meminta data pendukung seperti KTP, KK, dan rekam medis. Proses tetap mengikuti prosedur, tetapi kami bergerak cepat jika korban membutuhkan pertolongan mendesak,” ujar Mukhlis.
Tim lapangan Baitul Mal Aceh Utara segera mengecek ke gampong korban. Hasil verifikasi membenarkan bahwa Musnaini merupakan korban dari insiden yang sebelumnya viral.
Rekening Dibuat di RSUDZA, Bantuan Cair Kurang dari 24 Jam
Satu syarat belum terpenuhi, Musnaini tidak memiliki rekening Bank Aceh. Pagi berikutnya, ia mencari kantor Bank Aceh dan beruntung menemukan counter layanan di dalam RSUDZA. Rekening selesai dibuat pada hari yang sama.
Kurang dari satu hari setelah berkas lengkap, Baitul Mal Aceh Utara mentransfer bantuan pendampingan pasien sebesar Rp1 juta ke rekening Musnaini.
Saat melihat saldo bertambah, ia menangis haru.
“Seperti mimpi. Saat saya tidak punya apa-apa, Allah menghadirkan pertolongan,” ucapnya.
Petugas juga mengarahkan Musnaini agar mengajukan bantuan tambahan ke Baitul Mal Aceh. Ia sudah menyerahkan berkas dan kini menunggu proses selanjutnya.
Baitul Mal Aceh Utara Hadir di Titik Terendah Masyarakat
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Samsul Bahri, menegaskan komitmen lembaganya membantu masyarakat dalam kondisi tersulit.
“Setiap laporan akan kami verifikasi. Bila memenuhi syarat, bantuan kami salurkan secepat mungkin. Kami ingin memastikan Baitul Mal benar-benar hadir untuk masyarakat,” ujar Samsul Bahri melalui Mukhlis.
Musnaini menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan cepat tersebut.
“Mereka tidak mengenal saya, tetapi tetap membantu. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tuturnya.
Baitul Mal Aceh Utara kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pengelola dana umat, tetapi sebagai tempat masyarakat menggantungkan harapan ketika musibah menimpa.***
Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.


