Berita Daerah

Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Perkuat Posyandu Lansia Plus Lewat Pelatihan Kader dan Edukasi Kesehatan Pasca Banjir

mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe hadir memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan Pelatihan Kader Posyandu Lansia Plus dan edukasi kesehatan digelar dari tanggal 28 januari sd 28 februari 2026. Lhokseumawe, Sabtu, 14 Februari 2026. Foto: Dok humas STIkesMu

LHOKSEUMAWE | posindependent.com — Dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lanjut usia, mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe hadir memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan Pelatihan Kader Posyandu Lansia Plus dan edukasi kesehatan yang berfokus pada penyakit asam urat serta hipertensi, acara digelar sebulan penuh dari tanggal 28 Januari s.d. 28 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi semakin relevan karena masyarakat masih berada dalam masa pemulihan pasca banjir. Kondisi tersebut sempat memengaruhi kesehatan warga akibat perubahan pola makan, meningkatnya stres, serta terbatasnya akses pelayanan kesehatan selama masa darurat.

Program yang berlangsung selama satu bulan ini digelar di Posyandu Lansia Plus dengan melibatkan 30 orang lansia dan 13 kader posyandu. Para mahasiswa memberikan pendampingan terkait pemantauan tekanan darah, pencegahan komplikasi hipertensi, serta edukasi pengelolaan asam urat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mensesneg Tegaskan Peran Media Mainstream sebagai Benteng Hoaks di Era Digital

Selain edukasi bagi lansia, mahasiswa juga membekali kader dengan keterampilan skrining sederhana, konseling dasar, serta pencatatan kondisi kesehatan lansia secara lebih terstruktur guna memastikan keberlanjutan pelayanan posyandu.

“Pasca banjir, banyak lansia mengalami peningkatan tekanan darah dan keluhan nyeri sendi akibat pola makan yang tidak terkontrol. Dengan pelatihan ini, kami berharap kader mampu melakukan langkah preventif agar kesehatan lansia tetap stabil,” ujar salah satu mahasiswa fasilitator.

Antusiasme para lansia terlihat tinggi selama sesi penyuluhan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai makanan pemicu asam urat, pembatasan konsumsi garam, teknik relaksasi, serta pentingnya aktivitas fisik ringan. Edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan langsung dapat dipraktikkan.

Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Latih Warga Produksi Cerdas Permen dan Jamu Pasca Banjir di Aceh Utara

Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemulihan kesehatan masyarakat pasca bencana. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memperkuat kapasitas kader posyandu agar mampu melanjutkan pendampingan secara berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan ini, Posyandu Lansia Plus diharapkan semakin berdaya sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lansia yang rentan mengalami gangguan kesehatan.

Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unimal: Desa Kuala Kini Miliki Jalur Evakuasi Resmi
× Advertisement
× Advertisement