Berita Daerah

Satpol PP Bongkar Puluhan Pondok Wisata di Lhokseumawe

Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lhokseumawe membongkar puluhan pondok wisata di sepanjang tepi pantai Ujong Blang, kota setempat, Sabtu, 10 Oktober 2026. Foto: Rina

Lhokseumawe | Posindependent.com – Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lhokseumawe membongkar puluhan pondok wisata di sepanjang tepi pantai Ujong Blang, kota setempat, Sabtu, 10 Oktober 2026. Pembongkaran tersebut merupakan bagian dari tahapan pembangunan jalan dua jalur dan penataan kawasan pesisir.

Kepala Satpol PP-WH Lhokseumawe, Ashabul Jamil mengatakan sebelum pembongkaran Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui instansi terkait sudah tiga kali menyurati pedagang yang berjualan agar segera mengosongkan pondok tersebut. Bahkan ia mengaku pemerintah sudah melakukan pembayaran atau ganti rugi.

“Ada sejumlah titik kita bongkar dan itu suda dilakukan ganti rugi oleh pemerintah. Seperti Gampong Hangu Tengah, Hagu Selatan, Hagu Barat laut dan sampai ke Teumpok Teungoh,” kata Jamil kepada Posindependent.com.

Kemenpora BERDAYA Latih 2.042 Penggerak Olahraga Disabilitas, Jangkau 9.329 Peserta

Jamil mengakui hingga saat ini masih ada beberapa pemilik pondok yang beraktivitas dengan dalih belum memiliki ongkos membayar tukang dan sebagainya. Ia menyebut sejauh ini memang belum ada masyarakat yang menolak atas kebijakan tersebut, hanya saja mereka meminta tambahan waktu.

“Kita sudah memberikan waktu satu bulan pasca tiga kali disurati. Dan saat ini mulai dilakukan eksekusi. Tidak mungkin kita berikan waktu berbulan-bulan,” ujarnya.

Jamil mengimbau kepada para pedagang di awasan Jalan Lingkar jika memang bisa pondok tersebut dibongkar sendiri, sehingga barang-barang bisa dipakai kembali. Jika tidak memiliki ongkos tukang, maka petugas Satpol PP siap membantu.

Lanal Lhokseumawe dan Mubadala Energy Hadirkan Layanan Kesehatan dan Bantuan Sembako bagi Warga

Salah seorang pemilik pondok, Siti Sarah (70) mengatakan, dirinya sudah 20 tahun tinggal dan berjualan di pondok tersebut. Jika tempat usahanya digusur, ia mengaku akan kembali ke rumah bantuan miliknya di pemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

“Saya mengalami stroke sudah dua tahun dan seorang diri di pondok ini. Anak-anak saya tiga orang semuanya di Malaysia,” ujar wanita lanjut usia yang sudah puluhan tahun cerai mati.***

PLTS Atap Jadi Andalan Warga Saat Listrik Padam di Aceh Tamiang

Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement