Berita Ekonomi & Bisnis Nasional

Serapan Pupuk Subsidi Aceh Utara Masih Rendah, Organik Baru 0,69 Persen

Ilustrasi pupuk. Foto: Net.
Aceh Utara | Posindependent.com – Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Aceh Utara, Mirza Gunawan mengatakan serapan sejumlah jenis pupuk bersubsidi di daerahnya masih belum maksimal. Dari total alokasi yang ditetapkan, penyaluran pupuk organik menjadi paling rendah, yakni baru mencapai 0,69 persen.

“Berdasarkan laporan verifikasi dan validasi penyaluran melalui iPubers dan Kartu Tani Digital (KTD), hingga Agustus 2026 pupuk urea yang telah tersalurkan mencapai 8.179,76 ton atau 54,24 persen dari total alokasi,” kata Mirza, Jumat, 16 Oktober 2026.

Mirza menambahkan pupuk NPK telah tersalurkan sebanyak 9.383,15 ton atau 63,83 persen. Kemudian NPK FK yang diperuntukkan khusus bagi tanaman kakao baru tersalurkan 275,84 ton atau 27,58 persen.

“Adapun organik menjadi jenis pupuk dengan serapan terendah. Dari alokasi sebanyak 4.000 ton, baru 27,6 ton yang tersalurkan atau sekitar 0,69 persen,” ujarnya.

KPK Tangkap Bupati Klaten

Secara keseluruhan, sambung Mirza, Aceh Utara mendapat tambahan dan realokasi pupuk bersubsidi jenis NPK sebanyak 700 ton. Namun, terdapat pengurangan alokasi pupuk subsidi jenis organik sebanyak 2.000 ton.

Dengan perubahan tersebut, tambahnya, total alokasi pupuk bersubsidi Aceh Utara menjadi 15.082 ton urea, 14.700 ton NPK, 1.000 ton NPK FK khusus kakao, serta 4.000 ton pupuk organik.

“Angka serapan tersedia saat ini masih berdasarkan realisasi penyaluran hingga Agustus 2026, sehingga belum mencerminkan keseluruhan penyaluran hingga Oktober,” tutur Mirza.

BPBD Aceh Utara Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap

Dikatakan Mirza, rendahnya serapan pupuk organik menjadi salah satu catatan dalam realisasi pupuk bersubsidi di Aceh Utara. Dari alokasi 4.000 ton, baru 27,6 ton yang tercatat tersalurkan hingga Agustus.

Sementara itu, lanjutnya, penyaluran pupuk NPK tercatat paling tinggi secara persentase dibandingkan jenis pupuk lainnya, yakni mencapai 63,83 persen dari alokasi 14.700 ton.

“Berdasarkan laporan hasil penyaluran, persentase serapan tertinggi di jenis pupuk NPK dan serapan terendah di pupuk organik, sehingga alokasi pupuk organik dilakukan pengurangan untuk dialihkan ke kabupaten yang lain,” kata Mirza.

PC All-in-One Lemot? Begini Cara Pasang SSD Colorful 512GB

Mirza menambahkan berdasarkan persentase serapan, kecamatan yang tinggi serapannya adalah  Banda Baro dan serapan terendah di Samudera, rendahnya serapan dipengaruhi oleh masih banyaknya sawah belum digarap dan mulai tergarap di September, sehingga nanti tingkat penyalurannya akan melonjak naik.

“Berdasarkan pemutakhiran kedua pendataan pupuk bersubsidi pada Mei 2026, jumlah petani yang terdaftar mencapai 84.658 NIK untuk seluruh sektor komoditi yang diusulkan melalui ERDKK,” imbuhnya.***
Lingkungan Sosial Dinilai Jadi Fokus Utama dalam Pelestarian Bahasa Aceh
Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement