ACEH UTARA – Hampir tiga bulan pascabanjir besar menerjang Aceh Utara khususnya Kecamatan Langkahan pada 26 November 2025, sejumlah warga kini masih menjalani kehidupan di pengungsian.
Di antara mereka adalah Asmaul Husna (30), warga Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, yang hingga kini bersama tiga anaknya tinggal di tenda darurat di bawah pohon kelapa sawit.
Rumah sekaligus lapak usaha kecil miliknya hilang tersapu arus saat banjir melanda. Peristiwa itu memaksanya memulai kembali dari nol di tengah keterbatasan.
Meski berada di pengungsian, Asmaul tidak menyerah. Ia kembali membuka usaha gorengan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Berbagai jenis penganan seperti risol, donat, bakwan hingga timpan balot ia jual langsung dari tenda tempatnya berteduh.
“Dulu sudah tiga tahun saya jualan di rumah. Saat banjir datang, semuanya hilang. Sekarang saya coba bangun lagi dari sini,” ujarnya, Minggu, 3 Maret 2026.
Suaminya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Karena itu, Asmaul memilih ikut menopang ekonomi keluarga agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Tak hanya untuk keluarganya, keberadaan lapak kecil Asmaul juga membantu warga pengungsi lain. Jarak dari lokasi pengungsian ke pusat pasar di Langkahan cukup jauh, dengan akses jalan yang masih berlumpur dan licin.
“Kalau mau beli ke pasar harus jalan jauh dan jalannya sulit. Jadi saya jual di sini supaya ibu-ibu dan anak-anak tidak perlu turun jauh,” katanya.
Harga gorengan yang dijual cukup terjangkau, Rp1.000 per potong. Dalam sehari, ia bisa memperoleh omzet sekitar Rp200 ribu. Meski belum sepenuhnya mencukupi, penghasilan itu setidaknya membantu kebutuhan makan dan jajan anak-anaknya.
Namun demikian, kehidupan di tenda darurat bukan tanpa kendala. Warga pengungsian masih kesulitan mendapatkan air bersih, sementara pasokan listrik juga terbatas.
Asmaul berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) agar para penyintas bisa tinggal lebih layak. Ia juga berharap adanya bantuan modal usaha untuk memperkuat kembali usahanya.
“Harapan saya semoga huntara cepat selesai dan ada bantuan modal usaha supaya saya bisa terus jualan untuk bertahan hidup,” tuturnya.


