Berita Nasional

Tren Nama Populer hingga Cerita Penduduk Tertua Indonesia

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi memaparkan data kependudukan nasional 2025 tentang tren nama populer dan penduduk tertua Indonesia
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi memaparkan rilis Data Kependudukan Bersih Semester II 2025 di Jakarta. Dok/Dukcapil/Lukman

Jakarta | Posindependent.com Data Kependudukan Nasional kembali mengungkap fakta menarik tentang masyarakat Indonesia. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) memaparkan berbagai temuan unik, mulai dari nama paling populer di berbagai pulau hingga nama terpanjang yang tercatat dalam database kependudukan.

Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, mengatakan bahwa nama bukan sekadar identitas pribadi. Ia menyebut nama sebagai bagian penting dari Data Kependudukan Nasional yang menyimpan banyak informasi mengenai struktur, tren, hingga karakteristik sosial budaya masyarakat Indonesia.

Menurut Teguh, dalam perspektif administrasi kependudukan, nama merupakan identitas hukum resmi yang harus memenuhi standar tertentu. Ia merujuk pada Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 yang mengatur penulisan nama dalam dokumen kependudukan agar valid, jelas, dan memudahkan pelayanan publik.

Jelang Lebaran, Yuk Manfaatkan Bazar Murah Korem Lilawangsa Besok

“Dalam administrasi kependudukan, nama berfungsi memastikan validitas data, kepastian hukum, serta mempermudah pelayanan publik,” kata Teguh saat memaparkan Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 12 Maret 2026, menjelang waktu berbuka puasa.

Acara bertema “Potret Keragaman Indonesia Dalam Satu Data Kependudukan Nasional” ini sekaligus menegaskan pentingnya data penduduk yang akurat sebagai fondasi kebijakan negara.

“Data kependudukan menjadi dasar berbagai kebijakan, mulai dari pelayanan publik, pembangunan demokrasi, perencanaan pembangunan, hingga alokasi anggaran. Karena itu, akurasi dan ketunggalan data menjadi kunci,” tegasnya.

Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-751 Jadi Momentum Kepedulian, Bantuan Mengalir untuk Korban Banjir Aceh Utara

Nama Paling Populer di Berbagai Pulau

Dalam pemaparan Data Kependudukan Nasional, Teguh juga mengungkap tren nama paling populer di beberapa wilayah Indonesia.

Di Pulau Sumatera, nama Junaidi menjadi nama laki-laki paling banyak digunakan dengan jumlah 45.217 orang. Sementara untuk perempuan, nama Nurhayati menempati posisi teratas dengan 84.350 penyandang.

Di Pulau Jawa, nama Sutrisno menjadi nama pria yang paling banyak digunakan dengan total 103.903 orang. Sedangkan nama perempuan yang paling populer adalah Sulastri dengan 137.708 penyandang.

Sepuluh Makanan Tinggi Purin yang Paling Cepat Picu Asam Urat

Berbeda lagi dengan Sulawesi. Di wilayah ini, nama Sudirman menjadi nama laki-laki terbanyak dengan jumlah 19.356 orang. Untuk perempuan, nama Nurhayati kembali muncul sebagai nama populer dengan 23.879 penyandang.

Temuan ini menunjukkan bagaimana Data Kependudukan Nasional dapat menggambarkan pola budaya dan preferensi masyarakat dalam memberi nama.

Nama Terpanjang hingga Nama Satu Huruf

Selain tren nama populer, Dukcapil juga menemukan berbagai nama unik yang tercatat dalam database kependudukan nasional.

Nama terpanjang yang tercatat pada tahun 2025 memiliki 79 karakter, yaitu:

Kemenag Tetapkan Besaran Zakat Fitrah di Aceh Utara 2,8 Kilogram Per Jiwa

Shinggudinggazhanggaree Jaudingginaderaenivatearathus Mauradhuttamazhazhilazu’art.

Namun, Teguh mengatakan bahwa nama tersebut tidak lagi sesuai dengan aturan terbaru dalam Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 yang membatasi jumlah karakter maksimal 60 karakter termasuk spasi pada dokumen seperti KTP-el dan Kartu Keluarga.

Ia menjelaskan bahwa nama yang terlalu panjang dapat menimbulkan berbagai kendala administratif.

“Nama yang terlalu panjang sering tidak muat di kolom KTP-el atau Kartu Keluarga, bahkan berpotensi terpotong dalam database atau memicu kesalahan pada aplikasi layanan,” jelas Teguh.

Masalah tersebut juga bisa memicu perbedaan penulisan nama antara dokumen kependudukan dan dokumen lain seperti paspor, ijazah, atau buku tabungan bank.

Sebaliknya, Dukcapil juga menemukan nama yang sangat pendek. Beberapa penduduk Indonesia bahkan hanya memiliki satu huruf sebagai nama, seperti M, D, C, N, J, Q, dan V, masing-masing tercatat satu orang.

Penduduk Tertua Berusia 118 Tahun

Selain data nama, Data Kependudukan Nasional juga mencatat fakta menarik terkait usia penduduk Indonesia.

Penduduk tertua yang tercatat dalam database Dukcapil adalah Maryam, yang lahir pada tahun 1907 di Bangkalan, Madura. Saat ini usianya mencapai 118 tahun.

Jika dibandingkan dengan manusia tertua di dunia yang masih hidup, yaitu Ethel Caterham dari Inggris yang lahir pada 1909 dan berusia 116 tahun pada Agustus 2025, maka usia Maryam tercatat lebih tua.

Teguh menilai data ini menunjukkan perkembangan positif dalam aspek demografi Indonesia.

“Dalam konteks kependudukan, kelompok lansia bukan hanya kelompok rentan. Mereka juga penjaga nilai-nilai sosial sekaligus indikator keberhasilan pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya jumlah lansia yang tetap sehat dan mandiri menjadi tanda keberhasilan peningkatan usia harapan hidup serta kualitas layanan kesehatan.

Pada akhirnya, berbagai temuan dalam Data Kependudukan Nasional tidak hanya menyajikan angka statistik, tetapi juga menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.***

× Advertisement
× Advertisement