LHOKSEUMAWE | posindependent.com — Demokrasi kampus kembali mencatat momentum penting di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Melalui rangkaian Musyawarah Mahasiswa (MUSMA) yang berlangsung pada 10–12 Februari 2026 di Aula Biro kampus, Fauzan Azima resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (Presiden Mahasiswa) periode 2026–2027.
Fauzan merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi. Proses pemilihan dalam forum tertinggi mahasiswa tersebut berlangsung demokratis, transparan, serta menjunjung tinggi nilai musyawarah. Partisipasi mahasiswa dari berbagai fakultas turut menyemarakkan dinamika sidang yang berjalan tertib dan kondusif hingga penetapan hasil akhir.
Terpilihnya Fauzan menjadi simbol kepercayaan mahasiswa terhadap kepemimpinan yang mengusung semangat kampus unggul, religius, dan inklusif. Dalam pidato perdananya usai penetapan, ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab kolektif untuk menggerakkan mahasiswa ke arah yang lebih progresif.
“Ini adalah amanah bersama. Kepemimpinan ini harus dijalankan dengan integritas, kolaborasi, serta komitmen untuk menghadirkan program yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya, Kamis (12/02/2026).
Sebagai Presiden Mahasiswa terpilih, Fauzan menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan potensi dan minat bakat mahasiswa melalui program yang terarah dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya ruang aktualisasi yang inklusif, baik dalam bidang akademik, riset, seni, olahraga, maupun kewirausahaan.
Menurutnya, Dewan Eksekutif Mahasiswa harus menjadi wadah yang mampu memfasilitasi kreativitas sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa agar siap bersaing dan berkontribusi di tingkat lokal maupun nasional. Ia juga berencana mendorong kolaborasi lintas organisasi kemahasiswaan guna melahirkan inovasi kegiatan yang tidak sekadar seremonial, tetapi berdampak nyata dan memberdayakan.
Dengan latar belakang keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir, Fauzan berkomitmen menghadirkan kepemimpinan yang berlandaskan nilai keislaman, etika, serta semangat intelektual. Ia berharap DEMA dapat menjadi motor penggerak gerakan mahasiswa yang solutif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta responsif terhadap aspirasi mahasiswa.
Antusiasme mahasiswa sepanjang rangkaian MUSMA mencerminkan tingginya harapan terhadap kepemimpinan baru. Periode 2026–2027 diharapkan menjadi babak penguatan inovasi program, peningkatan kualitas akademik dan karakter religius, serta perluasan kontribusi nyata bagi civitas akademika dan masyarakat luas.
Berakhirnya MUSMA kembali menegaskan peran demokrasi kampus sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, kedewasaan berorganisasi, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.


