ACEH UTARA | Posindependent.co – Fenomena pasang air laut tinggi atau banjir rob masih berpotensi terjadi hingga Sabtu, 4 April 2026. Kondisi ini diprediksi berdampak pada sejumlah wilayah pesisir, khususnya kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya.
Prakirawan dari BMKG Malikussaleh, Attiya, menyampaikan bahwa wilayah pesisir dengan kontur tanah datar dan rendah memiliki risiko lebih besar terdampak genangan air laut saat pasang maksimum terjadi.
“Daerah pesisir seperti Lhokseumawe perlu meningkatkan kewaspadaan karena karakteristik wilayahnya yang landai membuat air laut lebih mudah meluap ke daratan,” katanya, Jumat, 3 April 2026.
BMKG Malikussaleh sendiri mencakup wilayah pemantauan di enam kabupaten/kota, yakni Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, dan Bener Meriah. Sejumlah daerah dengan garis pantai landai di wilayah tersebut juga diminta untuk mengantisipasi potensi banjir rob.
Selain itu, tinggi gelombang laut diperkirakan berada di kisaran 0,2 hingga 0,7 meter. Meski tergolong relatif rendah, kondisi ini tetap dapat memicu genangan di kawasan pesisir saat terjadi pasang purnama.
Masyarakat diimbau untuk melakukan langkah antisipatif, seperti mengamankan barang berharga dan memastikan instalasi listrik berada di posisi lebih tinggi guna menghindari risiko kerusakan maupun bahaya lainnya.
Sebagai informasi, banjir rob merupakan peristiwa masuknya air laut ke daratan yang dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, seperti pasang maksimum saat bulan purnama, penurunan permukaan tanah, hingga kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut dapat diperparah oleh minimnya infrastruktur pelindung di kawasan pesisir.


