ACEH BESAR | posindependent.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh terus mempercepat upaya pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana. Bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), PMI Aceh melaksanakan program pipanisasi untuk mengatasi krisis air bersih akibat kerusakan infrastruktur jaringan air di sejumlah wilayah.
Program pipanisasi saat ini dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tengah, meliputi Desa Tirmiara, Kecamatan Rusip Antara, serta Desa Kala Bintang dan Desa Linung Bulen, Kecamatan Bintang.
Kepala Divisi Penanggulangan Bencana (Kadiv PB) PMI Provinsi Aceh, Fauzi Husaini, mengatakan pembangunan jaringan pipanisasi menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan warga pascabencana.
“Program pipanisasi ini kami prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang jaringan airnya terputus akibat bencana. Kami ingin memastikan masyarakat dapat kembali memperoleh akses air bersih secara layak dan berkelanjutan,” ujar Fauzi Husaini.
Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi PMI Aceh bersama ILUNI UI dan sejumlah pihak lainnya yang turut memberikan dukungan terhadap upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kerja sama ILUNI UI, Bank Mandiri, serta 100 Musisi Heal Sumatera. Dukungan ini sangat berarti dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih,” ujar Murdani.
Untuk memastikan pengerjaan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat, PMI Aceh mengerahkan sedikitnya 21 relawan yang terbagi di tiga lokasi pelaksanaan program.
Pembangunan jaringan pipanisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap kebutuhan air bersih dalam masa pemulihan, tetapi juga mendukung pemulihan kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, PMI Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan respons kemanusiaan yang cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh.


