Berita Daerah

86 KK Korban Banjir Gunci Aceh Utara Masih Menanti Pembangunan Huntap

Keuchik Gampong Gunci Fazir Ramli terkait pembangunan huntap korban banjir di Kecamatan Sawang, Aceh Utara
Keuchik Gampong Gunci, Fazir Ramli, menyampaikan perkembangan pembangunan huntap bagi 86 KK korban banjir di Aceh Utara. Dok/Ist

ACEH UTARA | Posindependent.com – Sebanyak 86 kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, masih menempati hunian sementara (huntara) hingga Selasa, 13 Oktober 2026. Mereka menanti pembangunan hunian tetap (huntap) yang masih bergantung pada penyelesaian proses pengukuran dan pembebasan lahan.

Keuchik Gampong Gunci, Fazir Ramli, mengatakan pemerintah merencanakan pembangunan 86 unit rumah di atas lahan seluas 1,5 hektare di kawasan Dusun Paya Rubek Tunong. Lokasi tersebut berdekatan dengan huntara yang saat ini ditempati para penyintas.

“Untuk pembangunan huntap 86 korban banjir yang masih menempati huntara itu, sedang proses pengukuran dan pembebasan lahan,” kata Fazir, Selasa (13/10/2026).

Wabup Aceh Utara: Jembatan Permanen Sawang 170 Meter Masuk Tahap Lelang

Menurut Fazir, pemerintah telah menentukan lokasi pembangunan. Warga kini menunggu penyelesaian proses pembebasan lahan agar rencana pembangunan rumah tetap dapat berlanjut.

“Lahannya berdekatan dengan huntara sekarang. Kita tidak mencari lain, hanya menunggu pembayaran saja,” ujarnya.

Dusun Lhok Pungki Hilang Tergerus Banjir

Persoalan penyintas banjir di Gunci tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah. Sebagian warga juga menghadapi kehilangan lahan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan mereka.

11 Bulan Pascabanjir, Warga Sawang Aceh Utara Masih Andalkan Jembatan Kayu

Fazir menjelaskan, sebanyak 86 KK tersebut berasal dari Dusun Lhok Pungki. Banjir besar telah menggerus kawasan itu hingga berubah menjadi aliran sungai dan tidak lagi menyisakan permukiman seperti sebelumnya.

Kondisi tersebut menambah beban warga yang harus memulai kembali kehidupan mereka tanpa kepastian pemulihan lahan yang hilang.

“Jadi 86 KK ini berasal dari Dusun Lhok Pungki, dusun tersebut kini sudah hilang menjadi sungai tanpa meninggalkan jejak. Namun demikian hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait penyintas banjir yang kehilangan tanah itu,” tutur Fazir.

Disdukcapil Aceh Utara Dorong Pemanfaatan IKD dalam Pelayanan Pendaftaran Perkawinan

Ia mengatakan telah mendata dan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak terkait. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada warga yang kehilangan lahan dan sumber mata pencaharian akibat bencana.

Pemulihan Lahan Pertanian Baru Sekitar 20 Persen

Selain kehilangan tempat tinggal, warga Gunci juga menghadapi kerusakan lahan pertanian dan perkebunan. Menurut Fazir, proses normalisasi dan rehabilitasi baru mencapai sekitar 20 persen dari total kerusakan.

Kerusakan tersebut berdampak pada kemampuan warga untuk kembali mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber pendapatan.

Prabowo dan El-Sisi Perkuat Kerja Sama, Indonesia-Mesir Bidik Dagang US$5 Miliar

Sebagian warga mulai mengaktifkan kembali kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan lahan yang masih tersisa. Sementara itu, warga yang kehilangan lahan memilih bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Perekonomian korban banjir ini sudah mulai aktif kembali. Bagi yang masih memiliki lahan mereka berkebun, sementara yang lain memutuskan menjadi buruh serabutan untuk mencari biaya kehidupan sehari-hari,” kata Fazir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabanjir di Gunci tidak cukup hanya dengan membangun hunian tetap. Warga juga membutuhkan kepastian penanganan lahan yang hilang serta pemulihan sumber penghidupan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih stabil.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Aceh, Hujan Lebat Berpotensi Meluas

Bantuan Jaminan Hidup Belum Merata

Fazir turut menyampaikan perkembangan bantuan jaminan hidup (jadup) bagi penyintas banjir. Menurut dia, bantuan tahap pertama sudah dicairkan, tetapi belum seluruh warga menerima bantuan tersebut.

“Untuk jadup tahap pertama sudah cair. Hanya saja belum merata, kemungkinan akan menyusul pada tahap selanjutnya,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah memperhatikan kondisi warga yang masih bertahan di huntara dan mempercepat langkah pemulihan bagi keluarga terdampak.

Satpol PP Bongkar Puluhan Pondok Wisata di Lhokseumawe

Fazir juga meminta masyarakat yang masih menempati huntara agar tetap bersabar sembari menunggu perkembangan pembangunan hunian tetap.

Bagi 86 keluarga penyintas banjir Gunci, kepastian pembebasan lahan, pembangunan 86 unit rumah, serta penanganan lahan yang hilang menjadi bagian penting dari upaya memulihkan kehidupan mereka setelah bencana.***

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.

Kemenpora BERDAYA Latih 2.042 Penggerak Olahraga Disabilitas, Jangkau 9.329 Peserta

Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement