Aceh Utara | Posindependent.com – Jalan lintas utama di pemukiman Krueng Pase tepatnya di perbatasan Gampong Teungoh, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara rusak berat dan bagaikan kubangan kerbau. Masyarakat setempat mengeluhkan kondisi itu, lantaran pemerintah tak kunjung memperbaikinya.
Salah seorang warga Gampong Blang, Kecamatan Syamtalira Aron, Afin mengatakan kondisi jalan rusak dan berlumpur sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Saat hujan mengguyur lumpur tebal menggenangi badan jalan sehingga warga yang beraktivitas setiap hari harus ekstra hati-hati saat melintas.
“Kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor,” katanya, Kamis, 11 Juni 2026.
Dikatakan Afin, lebih-lebih saat musim kemarau persoalan baru kembali muncul. Debu yang beterbangan dari jalan rusak disebut mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Jalan tersebut, kata dia, menjadi jalur penting bagi masyarakat. Mulai dari anak-anak melintas pergi ke sekolah, petani menuju lahan pertanian, hingga warga yang membutuhkan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Utara.
“Sudah lama sekali kondisi jalan seperti ini. Kalau hujan jadi lumpur, kalau panas debunya luar biasa. Perbaikan hanya dilakukan secara darurat oleh masyarakat atau bantuan swadaya dari dermawan setempat,” ujar Arifin.
Menurutnya, warga setempat tidak menuntut pembangunan yang mewah melainkan hanya mengharapkan akses jalan yang layak, aman, dan dapat digunakan dengan nyaman.
“Kami tidak meminta jalan mewah hanya yang layak saja. Bagaimana Aceh Utara bisa bangkit kalau masyarakat masih harus melewati jalan berlumpur setiap hari,” imbuhnya.***
Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.


