Aceh Utara | Posindependent.com – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 113 Jaya Sakti kembali ke Aceh setelah setahun melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia dan Papua Nugini.
Mereka mendarat melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pada Senin, 8 Juni 2026, menggunakan KRI Teluk Youtefa 522. Sementara upacara penyambutan yang berlangsung hari ini, Selasa, 9 Juni 2026 dipimpin langsung oleh Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo.
Pangdam Joko mengatakan 450 prajurit tersebut baru saja menyelesaikan tugasnya dalam pengamanan perbatasan. Mereka terdiri dari Satuan Prajurit Kodam Iskandar Muda (IM) yang digabung menjadi satu dan ditugaskan menjadi Satgas perbatasan dan mobile di Papua.
“Sehubungan dengan berakhirnya penugasan, saya selaku Pangdam IM mengucapkan selamat datang ke tanah air kepada seluruh prajurit yang telah melaksanakan tugas negara dengan penuh dedikasi loyalitas dan tanggung jawab,” kata Pangdam.
Dikatakan Pangdam, keberhasilan yang sudah diraih oleh para prajurit merupakan sebuah kebanggaan lantaran sudah membuktikan bahwa prajurit Kodam IM mampu mengemban amanah negara dengan profesional, disiplin, dan penuh semangat pengabdian.
“Bagi seorang prajurit tugas operasi merupakan kehormatan sekaligus bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Kepercayaan diberikan untuk menjaga wilayah perbatasan harus dimaknai sebagai amanah yang dilaksanakan dengan kesungguhan, integritas dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Joko juga mengaku bangga, lantaran selama penugasan prajurit Yonif 113 Jaya Sakti telah menunjukkan semangat juang yang tinggi, disiplin yang kuat dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi wilayah serta masyarakat setempat.
“Mereka bukan hanya menjalankan tugas pengamanan perbatasan. Tetapi mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, sehingga kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya,” ucap Pangdam.
Menurut Pangdam, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan yang baik dan kepemimpinan efektif, kerja sama yang solid serta doa dan dukungan dari keluarga yang senantiasa menyertai.
“Terima kasih kepada seluruh prajurit Yonif 113 JS atas dedikasi, pengorbanan dan dharma bakti yang diberikan selama melaksanakan tugas operasi,” imbuhnya.
Pangdam juga meminta agar prajurit menjadikan pengalaman penugasan tersebut, sebagai bekal berharga untuk meningkatkan kualitas diri sebagai prajurit. Senantiasa memelihara semangat juang, disiplin, loyalitas dan profesionalisme yang sudah dibentuk selama penugasan.
“Lakukan evaluasi terhadap setiap pengalaman yang diperoleh, sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi tugas-tugas yang akan datang. Ingatlah keberhasilan operasi bukan akhir pengabdian, melainkan awal memberikan kontribusi lebih baik kepada satuan, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya***
Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.


