Aceh Utara | Posindependent.com – Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan pembangunan sumur bor komunal bagi penyintas banjir besar di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera pada 25 November 2025 lalu.
Koordinator Operasi Senyar PMI Aceh Utara, M. Atar mengatakan sumur bor komunal itu dibangun dua titik. Yakni Gampong Simpang Tiga dan Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Pembangunan sarana air bersih ini sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses, terhadap sumber air bersih akibat dampak bencana yang merusak infrastruktur dan sumber air yang selama ini digunakan oleh warga.
“Kehadiran sumur bor komunal diharapkan dapat memberikan akses air bersih yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” katanya, Minggu, 14 Juni 2026.
Dikatakan Atar, penyediaan akses air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam proses pemulihan pascabencana.
“Pembangunan sumur bor komunal di Simpang Tiga dan Krueng Lingka merupakan bagian dari komitmen PMI untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan sehari-hari. Lantaran pembangunan sumur bor komunal tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
PMI Aceh Utara, kata dia, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para donatur telah menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana. Begitu pula kepada PMI Aceh dan Pusat atas dukungan, pendampingan, serta koordinasi selama proses pemulihan pascabencana. Kolaborasi dan semangat kemanusiaan ditunjukkan oleh semua pihak menjadi kekuatan besar dalam membantu masyarakat bangkit kembali,” tambah M. Atar.
PMI Kabupaten Aceh Utara, sambung Atar, berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui berbagai program kemanusiaan yang berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih, kesehatan, hunian, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
“Bersama untuk Kemanusiaan,” imbuhnya.***


