Berita Hukum Nasional

Bea Cukai Lhokseumawe Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus Rokok Ilegal Senilai Rp 43,02 Miliar

Pemusnahan rokok ilegal di Bea Cukai Lhokseumawe. Foto: Rahmad.

Lhokseumawe | Posindependent.com – Bea Cukai Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, memusnahkan 22.281.420 batang rokok ilegal berbagai
merek dengan nilai barang mencapai Rp43,02 miliar. Selain itu, petugas juga menetapkan tiga tersangka MS, JF dan W warga Aceh Utara, Rabu, 24 Juni 2026.

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Bambang Sutarjo, menyampaikan pemusnahan rokok ilegal tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bea Cukai dalam menegakkan hukum di bidang cukai.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal tidak hanya mengurangi penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi industri hasil tembakau yang telah memenuhi seluruh ketentuan perundang-undangan.

Mahasiswa KKN Unimal Edukasi PHBS dan Pertolongan Pertama Siswa SDN 6 Kuta Makmur

“Rokok ilegal dijual dengan harga lebih murah karena tidak memenuhi kewajiban cukai sebagaimana mestinya. Kondisi ini merugikan negara, mengganggu persaingan usaha yang sehat, dan berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap barang yang peredarannya harus diawasi,” katanya kepada awak media.

Bambang menambahkan, dari hasil penindakan yang dilakukan Bea Cukai Lhokseumawe dan Kanwil Bea Cukai Aceh, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 22,43 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan apabila barang-barang ilegal  berhasil beredar di pasaran. Sementara itu, nilai total barang yang dimusnahkan pada kegiatan ini mencapai lebih dari Rp 43,02 miliar.

Pemusnahan ini, kata Bambang, menjadi bukti kuat sinergi antara Bea Cukai Lhokseumawe, Kanwil Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum lainnya dari unsur TNI, POLRI, Kejaksaaan RI termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan fungsi sebagai community protector.

Islamic Relief dan Baitul Mal Lhokseumawe Perkuat Program Sponsorship Anak Yatim

“Selain melakukan pengawasan dan penindakan, Bea Cukai juga terus berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat, keberlangsungan industri yang patuh terhadap ketentuan, dan optimalisasi penerimaan negara,” tuturnya.

Dikatakan Bambang, barang yang dimusnahkan merupakan Barang Milik Negara (BMN) hasil
penindakan di bidang cukai sepanjang tahun 2025 hingga 2026, yang telah memperoleh persetujuan pemusnahan dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan.

“Dari total 22.281.420 batang rokok ilegal yang dimusnahkan, sebanyak 8.772.070 batang
merupakan hasil penindakan Bea Cukai Lhokseumawe, sedangkan 13.509.350 batang
lainnya merupakan hasil penindakan Kanwil Bea Cukai Aceh,” katanya.

Berenang di Pante Bahagia, Mahasiswa Asal Langsa Ditemukan Tak Bernyawa

Pemusnahan rokok ilegal di Bea Cukai Lhokseumawe. Foto: Rahmad.

Seluruh barang tersebut, sambung Bambang, merupakan hasil penindakan atas pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Diketahui, pemusnahan dilakukan secara paralel di dua lokasi. Secara simbolis, kegiatan pemusnahan
dilaksanakan di Lapangan Kantor Bea Cukai Lhokseumawe yang dihadiri para tamu undangan dan pemangku kepentingan.

Sementara itu, proses pemusnahan utama dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Kota Lhokseumawe, dengan memanfaatkan mesin pengolahan sampah berteknologi modern untuk memastikan seluruh rokok ilegal yang dimusnahkan hancur secara optimal dan tidak dapat digunakan kembali.

“Pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah di TPA Alue Lim juga menjadi bentuk dukungan terhadapterhadap inovasi pengelolaan lingkungan yang dikembangkan Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui program unggulan “Broeh Jeut Keu Peng” atau “mengubah sampah menjadi uang,” imbuhnya.***

Polisi Tangkap Dua Pencuri Sepeda Motor di Gua Jepang Lhokseumawe

 

Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement