BANDA ACEH | Posindependent.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, mengajak masyarakat Aceh menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memperbanyak zikir dan doa. Ajakan itu diarahkan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keamanan, persatuan, keberkahan, dan kemajuan bagi Indonesia.
Azhari menyampaikan ajakan tersebut menjelang rangkaian kegiatan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai masyarakat tidak cukup hanya mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga perlu mengisi kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, kepedulian, serta nilai-nilai keagamaan.
Menurut Azhari, kemerdekaan merupakan anugerah besar yang patut disyukuri bersama. Karena itu, ia mendorong masyarakat Aceh menjadikan doa sebagai bagian dari usaha bersama untuk menjaga kehidupan bangsa tetap aman dan harmonis.
“Memasuki Bulan Kemerdekaan, mari kita iringi semangat cinta tanah air dengan memperbanyak zikir dan doa. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada bangsa Indonesia sehingga menjadi negara yang semakin maju, damai, adil, dan sejahtera,” ujar Azhari.
Azhari menilai doa dapat menjadi salah satu sarana membangun optimisme sekaligus memperkokoh persatuan. Ia mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin, aparat negara, serta seluruh rakyat Indonesia agar memperoleh kesehatan, kebijaksanaan, dan kemudahan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Ia juga mengingatkan agar momentum Bulan Kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, masyarakat perlu menghidupkan kembali semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Kenegerian bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Mari kita jadikan doa sebagai penguat ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia yang lebih baik untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tuturnya.
Ajakan zikir dan doa untuk Indonesia itu juga memiliki konteks nasional. Kementerian Agama RI menjadwalkan Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sebagai bagian dari pembuka rangkaian Bulan Kemerdekaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, terutama dari wilayah Jabodetabek, menghadiri kegiatan tersebut. Agenda itu antara lain menghadirkan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta tokoh lintas agama.
Kegiatan di Monas terbuka untuk umum dan dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 hingga 21.30 WIB. Pemerintah berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memanjatkan doa bagi persatuan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.
Warga Aceh Bisa Gelar Zikir di Lingkungan Masing-Masing
Bagi masyarakat Aceh yang tidak hadir di Jakarta, Azhari meminta agar semangat tersebut tetap dapat diwujudkan di lingkungan masing-masing.
Ia menyebut zikir dan doa bisa digelar di masjid, musala, madrasah, maupun di rumah bersama keluarga. Dengan demikian, semarak Bulan Kemerdekaan tidak hanya berlangsung di pusat kegiatan nasional, tetapi juga tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Pesan tersebut menempatkan zikir dan doa untuk Indonesia sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dalam mengisi kemerdekaan. Azhari menilai pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan karakter, akhlak, solidaritas, dan kepedulian sosial.
Pada sisi lain, penyelenggara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas juga menyiapkan sejumlah fasilitas bagi peserta. Kementerian Agama menyebut Baznas menyiagakan delapan ambulans dan 25 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, serta tenaga farmasi.
Panitia juga menyiapkan 100.000 botol air minum kemasan ukuran 600 mililiter dan 100.000 bungkus roti isi. Sebanyak 75 relawan kebersihan akan membantu menjaga kebersihan kawasan Monas selama kegiatan berlangsung.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan persiapan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan peserta memperoleh dukungan yang diperlukan.
Bagi masyarakat Aceh, ajakan Kakanwil Kemenag menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana di tengah keluarga dan lingkungan. Zikir dan doa untuk Indonesia diharapkan berjalan beriringan dengan usaha memperkuat persatuan, menjaga toleransi, dan membangun kepedulian terhadap sesama.
Memasuki Bulan Kemerdekaan, masyarakat tidak hanya diajak mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat ikhtiar untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan bersatu. Bagi Aceh, pesan itu dapat dimulai dari masjid, madrasah, rumah, dan lingkungan masing-masing.***


