Lhokseumawe | Posindependent.com — Anggota DPR RI Muhammad Nasir Djamil mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada ratusan masyarakat di Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengangkat Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan berlangsung di sebuah aula pertemuan di Lhokseumawe. Peserta datang dari berbagai unsur masyarakat, antara lain aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga setempat.
Nasir Djamil memaparkan makna setiap unsur dalam Empat Pilar MPR RI sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia menilai pemahaman terhadap dasar negara dan konstitusi perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menjalankan kehidupan berbangsa dengan berpegang pada nilai kebangsaan.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI juga menjadi ruang dialog antara anggota MPR RI dan masyarakat. Peserta mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia serta penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Nasir Djamil Tekankan Pentingnya Pancasila
Dalam pemaparannya, Nasir Djamil menempatkan Pancasila sebagai salah satu fondasi utama kehidupan berbangsa. Ia mengajak masyarakat tidak hanya memahami nilai Pancasila secara teoritis, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini penting dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Empat pilar ini menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Nasir Djamil dalam keterangan resminya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menjelaskan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, konstitusi memberikan landasan bagi penyelenggaraan negara sekaligus menjamin hak-hak dasar warga negara.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga NKRI serta mempertahankan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman masyarakat Indonesia, menurut Nasir Djamil, membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan.
“Mari kita jaga dan amalkan Empat Pilar MPR RI ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan sampai nilai-nilai luhur bangsa ini luntur ditelan arus zaman. Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan ideologi negara,” ujarnya.
Pesan tersebut terutama ditujukan untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan. Nasir Djamil mendorong masyarakat menjadikan Pancasila dan nilai persatuan sebagai pedoman dalam menghadapi perubahan zaman.
Sosialisasi Jadi Ruang Pendidikan Kebangsaan
Nasir Djamil, yang juga tercatat sebagai Anggota Komisi III DPR RI, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI.
Melalui kegiatan ini, anggota MPR RI menyampaikan pemahaman kepada masyarakat mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia. Sosialisasi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi secara langsung mengenai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi masyarakat, forum semacam ini tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian materi. Dialog langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan maupun kehidupan bermasyarakat.
Salah seorang peserta, Sarah (38), seorang aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe, menilai materi yang disampaikan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai Pancasila dan pilar kebangsaan lainnya.
“Sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang arti Pancasila dan pilar-pilar negara lainnya. Kami jadi lebih paham bagaimana menerapkan nilai-nilai ini dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari,” kata Sarah.
Setelah menyampaikan materi, Nasir Djamil melanjutkan kegiatan dengan berdialog bersama peserta. Sejumlah pertanyaan muncul terkait sistem ketatanegaraan Indonesia dan penerapan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI.
Dialog tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena masyarakat dapat menyampaikan langsung hal-hal yang ingin mereka pahami lebih jauh. Nasir Djamil kemudian memberikan penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan peserta.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme peserta hingga selesai. Kehadiran masyarakat dari berbagai unsur juga menunjukkan bahwa materi mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tetap memiliki relevansi dalam kehidupan masyarakat.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI menjadi salah satu bentuk kegiatan anggota MPR RI di daerah pemilihan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai dasar negara, konstitusi, persatuan, dan kehidupan berbangsa.
Di Lhokseumawe, Nasir Djamil kembali mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Ia menekankan pentingnya mengamalkan nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari agar Pancasila, konstitusi, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.***


