ACEH UTARA | Posindependent.com – Haul Sultan Al-Malik Azh-Zhahir untuk pertama kalinya digelar oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee di Aceh Utara, Rabu 3 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu menjadi bentuk penghormatan terhadap salah satu sultan besar Kesultanan Samudera Pasai dan dihadiri tokoh masyarakat, ulama, anggota KPA, serta warga dari wilayah Pasee dan sekitarnya.
KPA Wilayah Pasee menggelar haul tersebut untuk mengenang wafatnya Sultan Al-Malik Azh-Zhahir yang tercatat berpulang pada 12 Dzulhijjah 726 Hijriah. Panitia berharap kegiatan ini mampu membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sejarah dan warisan peradaban Islam yang pernah berkembang pesat di bumi Pasee.
Suasana penuh khidmat tampak sejak awal kegiatan. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir untuk mengenang jasa sang sultan yang memiliki peran besar dalam memperkuat pengaruh Kesultanan Samudera Pasai di kawasan Asia Tenggara.
Mengenang Peran Sultan Samudera Pasai
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan sejarah mengenai sosok Sultan Al-Malik Azh-Zhahir oleh Sukarna Putra dari CISAH. Dalam paparannya, ia menjelaskan kontribusi besar sang sultan dalam memperkuat Samudera Pasai sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, sekaligus penyebaran Islam pada masanya.
Menurutnya, Sultan Al-Malik Azh-Zhahir memiliki peran penting dalam memperkokoh posisi Samudera Pasai sebagai salah satu kerajaan Islam paling berpengaruh di Nusantara.
Di tengah kegiatan, panitia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai sejarah dan menjadikan momentum Haul Sultan Al-Malik Azh-Zhahir sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal akar sejarah Islam di Aceh.
Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Acara kemudian berlanjut dengan doa bersama yang dipimpin Tgk. Taufiq Husni dari Krueng Matee. Para peserta tampak khusyuk mendoakan Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, para ulama, serta pemimpin terdahulu yang telah berjasa bagi agama, bangsa, dan tanah air.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia turut menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim yang hadir. Santunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.
Kegiatan Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir kemudian ditutup dengan kanduri dan makan bersama. Momen itu menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar.
Panitia berharap Haul Sultan Al-Malik Azh-Zhahir tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran sejarah bagi generasi muda agar semakin menghargai warisan besar Kesultanan Samudera Pasai sebagai salah satu pusat peradaban Islam terkemuka di Nusantara.***


