Lhokseumawe | Posindependent.com – Milad ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumaweresmi diluncurkan dalam suasana khidmat di Gedung Serbaguna kampus setempat, Kamis 4 Juni 2026. Peluncuran tersebut dirangkai dengan peringatan Haul ke-616 Sultanah Nahrasiyah, tokoh perempuan besar Kesultanan Samudra Pasai yang namanya kini diabadikan sebagai identitas universitas.
Pimpinan kampus menandai pembukaan rangkaian milad dengan peluncuran logo resmi Milad ke-57 sekaligus memperkenalkan sejumlah agenda besar yang akan berlangsung hingga puncak perayaan pada 12 Juni 2026. Tahun ini, kampus mengusung tema “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban” sebagai refleksi perjalanan panjang institusi sejak berdiri pada 12 Juni 1969.
Seluruh unsur sivitas akademika menghadiri acara tersebut, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Momentum ini juga mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan kampus sebagai pusat pendidikan tinggi Islam yang terus berkembang di Aceh.
Spirit Sultanah Nahrasiyah Jadi Inspirasi Pengembangan Kampus
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang kampus yang kini memasuki usia ke-57 tahun. Menurutnya, momentum milad kali ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan wafat Sultanah Nahrasiyah pada 17 Zulhijjah.

Suasana peluncuran Milad ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe bersama Haul ke-616 Sultanah Nahrasiyah. Dok/UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
“Istimewanya, momentum milad ini terasa begitu mendalam karena bertepatan langsung dengan hari peringatan Sultanah Nahrasiyah pada 17 Zulhijjah, sosok yang namanya abadi sebagai identitas kampus ini,” ujar Prof. Danial.
Dalam pidatonya bertajuk “Internalisasi Spirit Sultanah Nahrasiyah dalam Pengembangan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe”, Rektor menegaskan bahwa Sultanah Nahrasiyah merupakan figur pemimpin visioner yang memberi kontribusi besar terhadap pembangunan peradaban Islam, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan.
Ia menilai spirit Sultanah Nahrasiyah harus terus hidup sebagai energi moral dan intelektual dalam pengembangan universitas. Semangat kepemimpinan, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat dinilai tetap relevan untuk menjadikan kampus semakin unggul, kompetitif, dan tetap berpijak pada nilai keislaman serta budaya Aceh.
Seminar Internasional hingga Donor Darah Meriahkan Milad
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama sekaligus Ketua Panitia Milad ke-57, Dr. Darmadi, M.Si, mengatakan panitia telah menyiapkan berbagai agenda yang melibatkan mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
“Hari ini resmi dibuka rangkaian acara Milad ke-57. Panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan, mulai dari seminar internasional, kompetisi dakwah, perlombaan mahasiswa, jalan santai, donor darah, hingga program sosial kemanusiaan. Tim humas juga akan menghadirkan episode khusus podcast untuk memeriahkan milad tahun ini,” jelasnya.
Selain itu, panitia mengajak seluruh warga kampus memperkuat identitas digital universitas dengan menggunakan twibbon resmi dan membagikannya melalui berbagai platform media sosial.
Peringatan Milad ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe juga bertepatan dengan Haul ke-616 Sultanah Nahrasiyah pada 17 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Panitia mengisi rangkaian haul dengan zikir dan doa bersama untuk mengenang wafatnya Sultanah Nahrasiyah pada 17 Dzulhijjah 831 Hijriah.
Suasana religius terasa kuat saat seluruh peserta mengikuti doa bersama dan memohon keberkahan bagi kemajuan kampus. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen universitas untuk terus menjadikan nilai sejarah, keislaman, dan peradaban sebagai fondasi utama pengembangan pendidikan tinggi.
Milad ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe diharapkan tidak hanya menjadi perayaan usia kampus, tetapi juga momentum memperkuat semangat kepemimpinan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat demi melahirkan karya serta inovasi terbaik bagi agama, bangsa, dan daerah.***


