Jakarta Selatan | Posindependent.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghadapi perkembangan modus peredaran narkotika yang semakin memanfaatkan ruang digital. Penguatan kerja sama itu berlangsung saat Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menerima audiensi Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto beserta jajaran di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis 11 Juni 2026.
Langkah tersebut bertujuan mempercepat penanganan konten terkait narkotika di ruang digital sekaligus memperluas edukasi publik mengenai berbagai jenis narkotika baru yang semakin sulit dikenali masyarakat, termasuk para orang tua.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai banyak orang tua masih belum memahami perkembangan narkoba jenis baru yang kini beredar dengan berbagai bentuk dan modus yang semakin kompleks.
“Orang tua mungkin banyak yang tidak tahu bahwa banyak narkoba jenis baru sehingga mereka perlu mendapatkan informasi yang cukup,” ujar Meutya Hafid.
Pengawasan Narkoba Digital Diperkuat
Meutya menjelaskan perkembangan bentuk serta modus peredaran narkotika yang terus berubah membuat Kemkomdigi membutuhkan pertukaran informasi lebih intensif dengan BNN. Menurutnya, pengawasan ruang digital harus berjalan cepat dan tepat agar konten terkait peredaran narkotika dapat segera ditindak.
Ia mengakui kompleksitas narkoba saat ini membuat tim Kemkomdigi membutuhkan dukungan dari BNN untuk mengenali berbagai bentuk narkotika baru yang kerap tersamarkan.
“Kalau misalnya di sektor-sektor lain mungkin kami lebih mudah melihat mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Tetapi di narkoba, dengan kompleksitas yang sekarang, bentuknya beragam dan berbeda-beda. Tim kami perlu dibantu untuk mengenali barang-barang yang dianggap bagian dari narkoba atau narkotika,” kata Meutya.
Meutya menegaskan kekuatan Kemkomdigi terletak pada pengawasan ruang digital dan percepatan penanganan konten. Karena itu, masukan dari BNN menjadi landasan penting untuk mempercepat tindakan terhadap berbagai konten yang berkaitan dengan peredaran narkotika di internet.
Modus Baru Narkoba Lewat Vape Jadi Sorotan
Dalam pertemuan tersebut, BNN juga mengungkap tren penyalahgunaan narkotika cair yang disamarkan melalui perangkat vape. Selain itu, pelaku juga memanfaatkan platform digital serta kanal komunikasi tertutup untuk menjalankan transaksi narkotika.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan pengawasan ruang digital sekaligus peningkatan literasi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus baru peredaran narkoba.
Untuk memperluas edukasi, Kemkomdigi membuka ruang kolaborasi melalui berbagai kanal komunikasi publik, mulai dari media digital, program literasi digital, iklan layanan masyarakat, media luar ruang, hingga jaringan komunikasi pemerintah daerah.
Meutya berharap BNN terus menyebarluaskan informasi mengenai jenis narkotika baru, pola peredarannya, hingga dampak kesehatan secara berkala agar masyarakat memiliki kewaspadaan yang lebih kuat terhadap ancaman narkoba digital.
Kolaborasi Kemkomdigi dan BNN diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkotika di platform digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman narkoba dengan berbagai modus baru yang terus berkembang.***


