Berita Ekonomi & Bisnis

Permintaan Telur Asin di Aceh Utara Meningkat Jelang Maulid

Munzir memperlihatkan telur asin produksinya di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Foto: Ririn.
Aceh Utara | Posindependent.com – Permintaan telur bebek asin di Aceh Utara mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasanya. Pemesanan ramai diminati oleh masyarakat untuk lauk pelengkap hidangan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang jatuh pada 25 Agustus 2026 mendatang.
“Masyarakat ramai memesan mulai sekarang, karena masa pengeraman telur bebek asin ini bisa mencapai 18 hingga 20 hari,” kata seorang penjual telur asin di Gampong Ujong Baroh Beurghang, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Munzir (48), Selasa, 21 Juli 2026.
Munzir mengatakan menjelang bulan Maulid permintaan telur asin banyak dari meunasah (surau) gampong di kecamatan setempat dan desa tetangga lainnya. Masing-masing meunasah memesan mencapai 500 butir hingga 800 butir.
“Harga telur asin sekarang per butir Rp 2.800. Jika pesanannya banyak saya mengantarkan langsung ke kediaman pemesan, namun ada juga yang datang membeli ke rumah,” ujar Munzir.
Munzir mengaku jika hari-hari biasa omzet yang didapatkan per bulan Rp 7 juta hingga Rp 9 juta per bulan, ketika bulan maulid tiba pendapatannya tersebut meningkat pesat menjadi Rp 13 juta sampai Rp 15 juta per bulan.
“Alhamdulillah kalau memasuki bulan maulid pemesan cukup ramai. Pekerja pun harus kami tambah untuk proses produksi, rata-rata yang membantu ibu-ibu sekitar rumah,” tutur Munzir.
Munzir menambahkan, warga yang membantu membaluti telur untuk diasinkan diupah Rp 100 per butir. Masing-masing pekerja sehari bisa mendapatkan uang mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu.
“Untuk membuat telur bebek menjadi asin, awalnya kita cuci lalu dikeringkan terlebih dahulu, kemudian baru dibalut menggunakan abu gosok atau abu jerami, setelah itu diperam selama 18 hingga 20 hari tergantung selera masing-masing konsumen,” imbuhnya.
Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement