Aceh Utara | Posindependent.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe melakukan pemusnahan terhadap dua hektare ladang ganja di Gampong Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Kamis, 18 Juni 2026. Dalam operasi itu petugas berhasil menangkap dua tersangka berinisial I (31) dan MH (28) warga gampong setempat.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan mengatakan, pemusnahan 3.000 batang ganja dari luasan 20 ribu meter persegi tersebut, dilakukan dengan cara dicabut lalu dibakar langsung di lokasi. Dengan melibatkan petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Lhokseumawe, Beacukai Lhokseumawe, Koramil dan anggota Kodim 0103 Aceh Utara.
”Seluruhnya tanaman ganja yang kita musnahkan sekitar 3.000 batang dari tiga titik lokasi. Usia tanaman bervariasi mulai bibit baru disemai hingga tumbuhan siap untuk dipanenkan,” kata Kapolres Ahzan.

Menurut Kapolres, pemusnahan ladang ganja tersebut bersumber dari hasil penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan oleh petugas, usai menangkap salah seorang tersangka saat melakukan penjualan ganja kering sebesar 2 kilogram beberapa waktu lalu.
”Para tersangka mengaku per kilogram ganja tersebut dijual Rp 800 ribu. Saat ini ada dua orang lagi sedang kita buru yakni I dan F,” ujar Kapolres didampingi Kasat Narkoba, Iptu Arizal.
Dikatakan Kapolres, para pelaku saat ini sudah mulai menanam tanaman terlarang itu dengan luasan per rantai. Karena mereka kerap belajar dari pengalaman jika kedapatan tidak terlalu rugi besar.
”Kita terus melakukan penyelidikan. Karena temuan ini bukan kali pertama dan sudah dilakukan penindakan dari tahun-tahun sebelumnya,” tutur Kapolres.

Anggota Polres Lhokseumawe membakar pohon ganja saat pemusnahan di Gampong Tupin Rusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Foto: Ririn.
Menurut pengakuan tersangka, sambung Kapolres, mereka memilih menanam tanaman ganja karena nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan dengan membudidayakan cabai atau tanaman jangka pendek lainnya. Karena itulah, para pelaku tergiur lantaran mendapatkan uang lebih banyak.
Padahal masih banyak hal positif lain bisa dilakukan. Salah satunya seperti program BNN Kota Lhokseumawe lakukan dengan membina masyarakat memanfaatkan pelepah pinang menjadi piring. Dan itu sudah berjalan di kecamatan Sawang ini,” imbuhnya. (RIN)


