Aceh Utara | Posindependent.com – Sumur pengeboran air di Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara meledak hingga mengeluarkan semburan gas berlumpur dan api menjulang setinggi 50 meter, Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Keuchik Gampong Blang Rubek, Zulkarnaini mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja sebanyak 28 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan meunasah (surau).
“Warga menggali sumur ini untuk kebutuhan air mengaliri sawah, lantaran irigasi pascabanjir besar akhir tahun lalu masih berlumpur belum bisa dialiri. Apabila hasil pengeboran bagus bisa dipakai juga untuk kebutuhan sehari-hari,” kata keuchik.
Keuchik menambahkan ada satu rumah mengalami kerusakan parah akibat tertimpa kerikil dan lumpur di atapnya. Selain itu, perkebunan kelapa sawit juga ikut ludes dilalap kobaran api begitu dahsyat tersebut.
“Lumpur dan api menjulang cukup tinggi. Kita juga sudah meminta pihak PT Pema Global Energi (PGE) untuk mengecek apakah semburan gas beracun atau tidak, ternyata hasilnya tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Ibrahim mengatakan pengeboran sumur bor tersebut sudah dilakukan sejak enam hari terakhir. Namun kemarin sudah mencapai kedalaman lebih kurang 90 meter, bahkan mulai mengeluarkan pasir berlumpur, kemudian pekerja menarik sebagian pipa dari dalam sumur.
“Semburan gas dan api disertai dentuman keras terjadi subuh tadi. Lokasinya bertepatan di areal perkebunan sawit dan persawahan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan Kasat, saat proses pengeboran berlangsung muncul semburan material berupa lumpur disertai gas dari lubang sumur bor, yang kemudian memicu kobaran api dengan ketinggian semburan mencapai sekitar 50 hingga 75 meter.
“Hal ini diduga terdapat pipa gas lama yang kemungkinan menjadi sumber awal terjadinya semburan gas,” kata Kasat.
Ibrahim mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat jangan mendekati lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.***


