Program tersebut dikembangkan melalui Program Kampung Mangga yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Dusun Madat dipilih sebagai lokasi pilot project karena kondisi tanah dan iklimnya dinilai sesuai untuk pengembangan tanaman mangga.
Koordinator Bagian TJSL PT PIM, Jufri, mengatakan pemilihan mangga kiojay mempertimbangkan aspek perawatan dan potensi ekonominya. Pengembangan itu ditargetkan mulai memberikan hasil sekitar tiga tahun mendatang. Ia juga berharap agar warga dapat menjadikannya sebagai investasi jangka panjang yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan atau passive income.
“Program ini kami rancang bukan sekadar memberikan bibit, tetapi bagaimana tanaman tersebut nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Mangga kiojay dipilih karena relatif mudah dalam perawatan dan memiliki potensi ekonomi yang baik,” ujar Jufri, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, manfaat program tidak hanya ditujukan pada aspek ekonomi. Pengembangan tanaman mangga juga diharapkan mendukung upaya penghijauan dan memperkuat Program Kampung Iklim (ProKlim) di lingkungan masyarakat.
Sebelum penanaman dilakukan, kata dia, masyarakat terlebih dahulu mendapat sosialisasi. Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Dusun Madat sebagai penghubung antara masyarakat, perusahaan, dan penyuluh lapangan.
Sementara itu Penyuluh dari KPH 5 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Zuraida memberikan pembekalan mengenai teknik penanaman dan perawatan mangga kiojay. Materi mencakup teknik penanaman, pemeliharaan bibit, serta langkah-langkah perawatan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Sedangkan Keuchik Gampong Paloh Lada, Razali, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT PIM atas program ini. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan 600 bibit mangga ini dengan sebaik-baiknya,” kata Razali.
Ia mengimbau warga mengikuti prosedur penanaman dan perawatan yang telah disampaikan penyuluh. Menurutnya, pemberian bibit tidak akan cukup apabila tidak diikuti kesungguhan masyarakat dalam merawat tanaman hingga menghasilkan.
“Pengembangan 600 bibit tersebut diharapkan menjadi tahap awal pengembangan Kampung Mangga di Dusun Madat. Jika berjalan sesuai rencana, pola pemberdayaan tersebut dapat dikembangkan di gampong-gampong lainnya sehingga manfaat ekonomi dan lingkungan dihasilkan tidak berhenti pada satu lokasi,” imbuhnya.***


