Berita Education

Mahasiswa KKN Unimal Buat Tong Sampah dari Cincin Sumur di Meunasah Krueng

Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 Universitas Malikussaleh mengecat tong sampah berbahan cincin sumur di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, sebelum ditempatkan di sejumlah titik desa.
Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 Universitas Malikussaleh melakukan pengecatan tong sampah yang dibuat dari cincin sumur sebagai bagian dari kegiatan menjaga kebersihan lingkungan Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Dok/Mahasiswa KKN

Aceh Utara | Posindependent.com – Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 Universitas Malikussaleh membuat tong sampah dari cincin sumur di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu 22 Agustus 2026. Inisiatif tersebut merespons keterbatasan fasilitas tempat sampah sekaligus membantu warga menjaga kebersihan di sejumlah titik desa.

Mahasiswa menemukan masih ada lokasi yang belum memiliki tempat penampungan sampah memadai. Mereka juga melihat sebagian warga masih membakar sampah secara langsung sehingga membutuhkan alternatif sederhana untuk menampung sampah sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kondisi itu mendorong mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 memanfaatkan material yang tersedia di lingkungan desa. Mereka menggunakan cincin sumur sebagai bahan utama untuk membuat tong sampah.

Illiza Dorong Ekonomi Hijau Banda Aceh, Sampah Diubah Jadi Peluang Usaha

Setelah selesai, mahasiswa menempatkan tong sampah tersebut di area meunasah dan sejumlah titik di pinggir jalan Desa Meunasah Krueng yang dinilai membutuhkan fasilitas penampungan.

Mahasiswa KKN Unimal Respons Persoalan Kebersihan

Ketua Kelompok KKN-PPM 21, Yudha Quarta Prasetya, mengatakan mahasiswa menjalankan kegiatan tersebut setelah mengamati kondisi lingkungan selama melaksanakan program KKN.

Menurut Yudha, keterbatasan tempat sampah membuat masyarakat belum memiliki banyak pilihan untuk menampung sampah sebelum mengelolanya.

Praperadilan Perkara Ayah dan Anak Kandung Ditolak, PN Lhoksukon Nyatakan Proses Penyidikan Sesuai Prosedur Hukum

“Kami melihat masih belum tersedia banyak tempat sampah di beberapa titik, sementara sampah sering kali langsung dibakar. Karena itu, kami berinisiatif membuat tong sampah agar sampah dapat dikumpulkan terlebih dahulu dan lingkungan terlihat lebih rapi serta bersih,” ujar Yudha.

Mahasiswa kemudian menempatkan hasil pembuatan tong sampah pada lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Langkah sederhana tersebut diharapkan membantu warga mengumpulkan sampah dan mengurangi sampah yang berserakan di sekitar fasilitas umum.

Keberadaan tong sampah Desa Meunasah Krueng juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa menerapkan program KKN berdasarkan kebutuhan yang mereka temukan langsung di lapangan.

Dua Terpidana Kekerasan terhadap Dek Pan Dieksekusi Jaksa ke Lapas Kelas IIB Idi

Keuchik Apresiasi Inisiatif Mahasiswa

Keuchik Desa Meunasah Krueng, Razali, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21.

Ia menilai fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan, terutama di sekitar meunasah dan lingkungan yang menjadi ruang aktivitas warga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tong sampah yang dibuat mahasiswa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga fasilitas ini dapat digunakan dan dirawat bersama agar lingkungan desa tetap bersih,” ujar Razali.

Polres Musi Banyuasin Ungkap Tiga Kasus Karhutla, Tiga Tersangka Diamankan

Dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar fasilitas yang telah dibuat mahasiswa tetap berfungsi setelah program KKN berakhir.

Karena itu, mahasiswa berharap warga tidak hanya menggunakan tong sampah yang tersedia, tetapi juga ikut merawat dan menjaga kebersihan di sekitarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amru Usman, S.E., Ak., M.Sc., turut memberikan arahan dan memantau pelaksanaan kegiatan mahasiswa.

Polda Metro Jaya Tetapkan 45 Tersangka Usai Aksi di Depan DPR/MPR

Kegiatan tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa KKN dalam merespons persoalan lingkungan yang mereka temukan selama berada di Desa Meunasah Krueng.

Mahasiswa tidak hanya menempatkan fasilitas, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan dalam pengelolaan sampah. Penampungan sampah pada tempat yang tersedia dapat menjadi langkah awal sebelum masyarakat melakukan pengelolaan lebih lanjut.

Hasil kegiatan kini dapat dimanfaatkan masyarakat di area meunasah dan pinggir jalan desa. Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 berharap warga terus menggunakan serta merawat fasilitas tersebut.

Peringatan Dini Cuaca Aceh 30 Agustus 2026: Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Terjadi Malam Ini

Tong sampah Desa Meunasah Krueng diharapkan tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi dapat menjadi fasilitas yang terus dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan tertata.***

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.
Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement