Aceh Utara | Posindependent.com – Warga Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mengeluhkan jaringan lelet selama pelaksanaan Milad ke-800 Samudera Pasai, Kamis 10 September 2026. Kepadatan pengguna telepon seluler di sekitar lokasi acara membuat masyarakat kesulitan mengakses internet maupun berkomunikasi.
Keluhan muncul ketika kawasan kegiatan dipadati masyarakat yang mengikuti rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai. Agenda tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 7 hingga 13 September 2026.
Warga mengaku perlambatan jaringan mengganggu aktivitas komunikasi sehari-hari, terutama ketika mengirim pesan dan menerima panggilan telepon.
“Kondisi ini cukup menyulitkan kami untuk berkomunikasi, terutama saat mengirim pesan maupun menerima telepon,” kata Jamaluddin.
Ia berharap operator dan pihak terkait segera mengambil langkah agar kualitas jaringan di Landeng kembali normal.
Diskominfo Ungkap Penyebab Jaringan Melambat
Kepala Bidang E-Government Diskominfo Aceh Utara, Nanda Imanda, menjelaskan perlambatan jaringan seluler dapat terjadi ketika jumlah pengguna dalam satu kawasan melonjak tajam.
Menurutnya, kondisi tersebut dikenal sebagai network congestion atau kepadatan trafik jaringan. Kapasitas BTS yang terbatas juga dapat memperparah perlambatan ketika banyak orang menggunakan layanan data secara bersamaan.
“Biasanya meskipun indikator sinyal di gawai terlihat penuh atau full bar, kecepatan internet tetap bisa menurun drastis,” ujar Nanda.
Ia menggambarkan kondisi itu seperti satu BTS yang memiliki kemampuan melayani sekitar 150 pengguna, sementara 500 orang aktif menggunakan telepon seluler di lokasi yang sama.
Dalam situasi tersebut, kapasitas jaringan tidak mampu melayani seluruh permintaan secara bersamaan. Akibatnya, pengguna merasakan koneksi internet yang sangat lambat, bahkan dapat mengalami kondisi seperti terputus.
Diskominfo Koordinasi dengan Telkomsel
Nanda menyebut penggunaan operator seluler, khususnya Telkomsel, cukup dominan di kawasan tersebut. Karena itu, Diskominfo Aceh Utara berkoordinasi melalui PT Telkom untuk mengantisipasi persoalan jaringan selama kegiatan berlangsung.
“Pun demikian, kita telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi hal itu dengan mengoordinasikan pihak Telkomsel melalui PT Telkom,” kata Nanda.
Langkah tersebut menjadi penting karena kebutuhan komunikasi meningkat seiring padatnya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi Milad Samudera Pasai.
Selain komunikasi pribadi, akses internet juga dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Diskominfo Sediakan Internet Gratis
Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses internet, Diskominfo Aceh Utara menyiapkan layanan data gratis di stan Dinas Kominfo.
Nanda mengimbau masyarakat yang mengalami kendala koneksi untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Bagi yang ingin mendapatkan akses jaringan dapat berkunjung ke sana,” imbuhnya.
Dengan langkah tersebut, masyarakat tetap memiliki alternatif akses internet selama berada di kawasan kegiatan Milad ke-800 Samudera Pasai.
Sementara itu, persoalan jaringan lelet di Landeng Aceh Utara diharapkan dapat segera teratasi melalui koordinasi dengan operator seluler, terutama selama kepadatan pengunjung masih berlangsung hingga 13 September 2026.***


