Aceh Utara | Posindependent.com – sebuah bangunan balai pengajian baru kini hadir di Dayah Raudhatul Madinah, Gampong Ulee Reuleung, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi tambahan ruang belajar bagi sekitar 312 santri yang selama ini mengikuti pendidikan keagamaan secara gratis.
Balai yang dibangun melalui dukungan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) itu, juga menjadi balai pengajian berkonstruksi beton pertama di lingkungan Dayah Raudhatul Madinah.
Pimpinan Dayah Raudhatul Madinah, Tgk. Jufri Yahya atau akrab disapa Abi Jufri, mengatakan keberadaan balai tersebut sangat membantu pihak dayah dalam memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran para santri.
“Alhamdulillah, balai ini menjadi balai pengajian dengan konstruksi beton pertama di lingkungan dayah dan tentunya akan sangat membantu aktivitas belajar para santri,” ujar Abi Jufri, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah santri. Kondisi tersebut membuat keberadaan ruang belajar yang lebih layak menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan pendidikan dan pengajian.
Dayah Raudhatul Madinah saat ini membina sekitar 312 santri tanpa dipungut biaya. Di antara mereka terdapat anak yatim serta santri dari keluarga kurang mampu. Selain balai pengajian, PIM juga memberikan bantuan kitab yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar para santri.
Abi Jufri menyebut bantuan kitab tersebut juga akan dimanfaatkan bagi santri yatim dan santri yang berasal dari keluarga kurang mampu.“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Insyaallah fasilitas dan kitab yang diberikan akan kami manfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran para santri,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT PIM, Syahrul Kamal, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pengembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat di sekitar wilayah operasional PIM.
“Kami berharap balai pengajian ini dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar para santri dan memberikan manfaat bagi Dayah Raudhatul Madinah,” kata Syahrul.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang. Syahrul juga mengatakan PIM berharap hubungan baik dengan masyarakat tidak berhenti pada bantuan tersebut.
“Ke depan, sinergi diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan,” imbuhnya.***


