Berita Nasional

Tiga Menteri Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Perempuan dan Anak Jadi Fokus

Tiga menteri meneken SKB Ruang Bersama Indonesia di Jakarta
Tiga menteri menandatangani SKB Ruang Bersama Indonesia untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa, Jakarta, Senin (14/9/2026). Dok/Didi/Kemendes PDT

Jakarta | Posindependent.com – Pemerintah memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga tingkat desa melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI). Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) di Jakarta, Senin 14 September 2026.

Penandatanganan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah merancang RBI sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor yang menggabungkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan potensi serta kearifan lokal desa dan kelurahan.

Program tersebut membawa pendekatan holistik, integratif, dan berkelanjutan. Pemerintah juga menempatkan desa dan kelurahan sebagai ruang penting untuk menjalankan agenda tersebut secara langsung di tengah masyarakat.

Donor Darah Korlantas Polri Sambut HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara

Tiga Fokus Ruang Bersama Indonesia

SKB tiga menteri itu memuat tiga fokus utama.

Pertama, pemerintah akan mendorong tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan yang responsif terhadap gender serta berbasis hak anak.

Kedua, pemerintah akan memperkuat program pemberdayaan perempuan di desa dan kelurahan.

BMKG Gelar Survei Meteo-Oseanografi Selat Sunda hingga 25 September

Ketiga, pemerintah akan meningkatkan upaya perlindungan perempuan dan anak melalui kolaborasi di tingkat lokal.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyambut penandatanganan SKB tersebut. Menurut dia, pelaksanaan RBI harus tetap menyesuaikan karakter dan potensi setiap daerah.

Pemerintah mencatat terdapat 75.266 desa yang memiliki kondisi, potensi, dan karakter berbeda. Karena itu, Yandri meminta pelaksanaan program tidak mengabaikan kearifan lokal.

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Hadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi

“Dalam pelaksanaannya kita memperhatikan kearifan lokal sehingga dinamika di desa tetap kita kedepankan, termasuk potensi desa masing-masing,” kata Yandri.

Menurut Yandri, sejumlah program Kemendes PDT juga memiliki irisan langsung dengan agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Salah satunya Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Program tersebut melibatkan banyak perempuan dalam kegiatan peningkatan ekonomi keluarga sekaligus mendorong kemandirian perempuan di desa.

Banjir Aceh Utara Rendam Lebih 50 Rumah di Lhoksukon

Perempuan Didorong Jadi Pelaku Pembangunan

Yandri mengatakan pemerintah perlu mengubah posisi perempuan dalam pembangunan desa. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya menempatkan perempuan sebagai penerima manfaat.

Ruang Bersama Indonesia justru mendorong perempuan tampil sebagai subjek sekaligus pelaku pembangunan.

34 Tim Meriahkan PS Bintang Muda Cup 2026 di Banda Baro

Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan persoalan sosial yang berkembang di sejumlah desa. Kenakalan remaja, peredaran narkoba, judi online, serta persoalan sosial lainnya membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, Yandri menilai perempuan memiliki posisi penting karena mereka berperan besar dalam lingkungan keluarga dan komunitas.

Kemendes PDT juga menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan persoalan sosial di tingkat desa, termasuk program desa bebas narkoba dan program yang mendorong pemuda-pemudi menjadi pelopor pembangunan desa.

Rapai Debus Aceh Utara: Atraksi Kebal Senjata Tajam di Pentas Budaya

“Intinya semuanya kami akan lakukan untuk memastikan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu benar-benar dari lokal desa,” ujar Yandri.

Ia menilai jika pendekatan tersebut berjalan di seluruh desa, pemerintah secara tidak langsung memperluas gerakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara nasional.

Ruang Bersama Indonesia (RBI) Mengandalkan Potensi Lokal

Konsep Ruang Bersama Indonesia menempatkan desa dan kelurahan sebagai titik awal kolaborasi. Pemerintah pusat tidak hanya mendorong program dari atas, tetapi juga mengarahkan agar pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

Harga Beras Naik, 110.433 KK di Aceh Utara Terima Bantuan Pangan

Pendekatan berbasis lokal menjadi penting karena karakter setiap desa berbeda. Potensi ekonomi, struktur sosial, budaya, hingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk kegiatan.

Dengan pola tersebut, pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada pelibatan dalam program ekonomi. Pemerintah juga menghubungkannya dengan tata kelola pemerintahan dan perlindungan anak.

Agenda itu sejalan dengan kebutuhan memperkuat lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

TVRI Rumahkan Belasan Kontributor Aceh di Tengah Pemulihan Bencana

Setelah penandatanganan SKB, agenda dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026. Forum tersebut membahas verifikasi dan validasi terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dalam kegiatan tersebut, Yandri didampingi Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ariza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, serta Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik.***

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.
Sampah Berserakan di Lokasi Milad ke-800 Samudera Pasai, DLHK Aceh Utara Kerahkan 3 Truk
Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement