Aceh Utara | Posindependent.com – Banjir Aceh Utara merendam lebih dari 50 rumah warga di Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Lhoksukon, Senin 14 September 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu sore. Air sempat mencapai sekitar satu meter dan hingga Senin masih menggenangi permukiman sekitar setengah meter.
Keuchik Gampong Meunasah Krueng, Musliadi, mengatakan warga masih bertahan di rumah masing-masing. Hingga Senin, dia menyebut belum ada warga yang mengungsi maupun laporan korban jiwa akibat banjir tersebut.
Musliadi menjelaskan air mulai masuk ke permukiman setelah hujan deras meningkatkan debit air sungai. Kondisi tanggul Krueng Peuto yang jebol sejak banjir beberapa tahun lalu juga menjadi persoalan yang menurutnya memperbesar risiko luapan ke permukiman.
“Semalam ketinggian air mencapai satu meter, kalau sekarang sudah mulai surut tersisa setengah meter lagi,” kata Musliadi kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
Musliadi mengatakan kondisi tanggul yang rusak membuat warga menghadapi ancaman banjir setiap kali hujan deras turun dalam waktu tertentu.
Menurut dia, petugas pemerintah sudah beberapa kali mengecek kondisi tanggul tersebut. Namun, warga masih menunggu perbaikan fisik pada bagian tanggul yang jebol.
“Petugas dari pemerintahan hanya melakukan pengecekan saja, selalu dicek tapi tidak pernah diperbaiki,” ujarnya.
Selain Meunasah Krueng, banjir juga merendam Gampong Meunasah Dayah. Kondisi itu menambah kekhawatiran warga yang tinggal di kawasan sekitar aliran Krueng Peuto.
Musliadi meminta pemerintah daerah, pemerintah Aceh, hingga pemerintah pusat memperhatikan kondisi tanggul tersebut. Dia berharap perbaikan tidak berhenti pada pengecekan lapangan, tetapi berlanjut pada penanganan kerusakan.
“Jangan hanya memberi harapan dengan mengecek kondisi tanggul jebol setiap tahunnya, tapi tolong perbaiki. Ini sudah sangat meresahkan kami setiap dilanda hujan deras,” imbuhnya.***


