ACEH UTARA | Posindependent.com – Sampah plastik, botol minuman, dan kemasan makanan berserakan di sejumlah titik arena Milad ke-800 Samudera Pasai di Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu 12 September 2026. Kondisi tersebut terlihat di sekitar area pameran hingga badan jalan dan depan Kantor Bupati Aceh Utara, sementara meningkatnya aktivitas pengunjung ikut menambah volume sampah harian.
Pantauan Posindependent.com di lokasi menemukan sejumlah kemasan makanan dan minuman tercecer setelah aktivitas pameran serta bazar kuliner berlangsung.
Sampah tampak berada di beberapa titik yang menjadi jalur aktivitas masyarakat. Kondisi itu membuat persoalan kebersihan menjadi salah satu perhatian di tengah rangkaian perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara, Saiful Fata, mengatakan pihaknya telah mengingatkan penyelenggara kegiatan agar mengarahkan sampah ke tempat penampungan yang tersedia.
“Kita mengerahkan tiga truk armada pengangkut di arena lokasi kegiatan agar bisa mengangkut sampah-sampah di sana,” kata Saiful.
Produksi sampah bertambah selama kegiatan
Menurut Saiful, aktivitas Milad ke-800 Samudera Pasai turut meningkatkan produksi sampah di Aceh Utara.
DLHK mencatat tambahan volume sampah mencapai sekitar 7,5 ton per hari selama momentum kegiatan tersebut. Penambahan itu setara dengan kapasitas pengangkutan tiga truk yang dikerahkan ke lokasi.
“Biasanya per hari petugas mengangkut sekitar 200 hingga 250 ton, sekarang bertambah lagi sebanyak 7,5 ton atau tiga truk armada pengangkut,” ujar Saiful.
Lonjakan tersebut menunjukkan besarnya aktivitas masyarakat selama pelaksanaan kegiatan. Banyaknya transaksi makanan dan minuman di kawasan bazar juga menghasilkan sampah kemasan yang perlu segera ditangani agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.***


