LHOKSEUMAWE | posindependent.com, 4 Juli 2026 – Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Unimal bersama Mahasiswa Psikologi Angkatan 2023 sukses menyelenggarakan kegiatan Community Development bertajuk “SIGAP 2026: Simulasi dan Aksi Mahasiswa Psikologi dalam Membangun Masyarakat Tangguh Bencana.” Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Jumat, 26 Juni 2026 dan Jumat, 3 Juli 2026.
Program tersebut merupakan implementasi dari mata kuliah Manajemen Bencana dan Intervensi Bencana yang bertujuan mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi kebencanaan melalui edukasi, simulasi, serta penguatan aspek psikososial.
Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa SIGAP 2026 hadir sebagai respons terhadap tingginya potensi bencana alam di Indonesia, khususnya bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Aceh. Oleh karena itu, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting dalam membangun ketangguhan komunitas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Mahasiswa dan peserta diharapkan mampu memahami prosedur penanggulangan bencana sekaligus memiliki kesiapan mental dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua batch agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Sebanyak 105 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi penyampaian materi dan simulasi kesiapsiagaan bencana.
Materi disampaikan oleh narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yakni Meuthia Muriazi yang membahas manajemen bencana serta Zainab Maryati yang memaparkan materi mengenai intervensi bencana dan dukungan psikososial. Selain itu, delapan personel BPBD turut memandu simulasi kesiapsiagaan sehingga peserta dapat mempraktikkan secara langsung prosedur penanganan dalam situasi darurat.
Ketua HIMAPSI, Muhammad Athaya Rizqillah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“SIGAP 2026 merupakan wujud komitmen HIMAPSI dalam mengimplementasikan ilmu psikologi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen bencana dan intervensi psikososial, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kesiapsiagaan, serta semangat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana,” ujar Muhammad Athaya Rizqillah.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari empat dosen Fakultas Kedokteran yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran para dosen menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas akademik sekaligus pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan multidisiplin.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama mengikuti sesi materi maupun praktik simulasi. Melalui SIGAP 2026, HIMAPSI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman komprehensif mengenai manajemen bencana dan intervensi psikososial, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat Aceh yang tangguh, siap siaga, dan berdaya menghadapi bencana


