Berita Daerah Hukum

Kapolres Lhokseumawe Ganti Papan Bunga dengan Bibit Pohon pada Hari Bhayangkara ke-80

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan memperlihatkan bibit pohon pengganti papan bunga dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Lhokseumawe sebagai bagian dari gerakan Go Green
Kapolres Lhokseumawe menginisiasi gerakan Go Green pada Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengajak instansi dan mitra kerja mengganti papan bunga menjadi bibit pohon produktif dan pohon pelindung yang akan ditanam di berbagai lokasi. Foto: Ist

Lhokseumawe | Posindependent.com — Polres Lhokseumawe menghadirkan cara berbeda dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengganti tradisi papan bunga ucapan selamat menjadi bibit pohon. Inovasi yang digagas Kapolres Lhokseumawe ini mulai diterapkan pada peringatan Hari Bhayangkara tahun 2026 dan diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus mengurangi limbah seremonial.

Langkah tersebut mengajak seluruh instansi pemerintah, mitra kerja, organisasi, hingga masyarakat untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara dalam bentuk bibit pohon produktif maupun pohon pelindung. Konsep itu menggantikan papan bunga yang selama ini menjadi bagian dari tradisi setiap peringatan hari besar institusi.

Melalui program bertema Go Green, Polres Lhokseumawe ingin membangun budaya baru yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan bahan seperti plastik dan styrofoam yang berpotensi menjadi limbah, program ini juga mendorong meningkatnya penghijauan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Seratus Ribu Anak di Aceh Utara Belum Miliki KIA, Disdukcapil Gencarkan Pelayanan

Hingga puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, panitia telah menerima ratusan bibit pohon dari berbagai instansi dan mitra kerja. Bibit tersebut terdiri atas tanaman produktif seperti mangga, alpukat, dan durian, serta pohon pelindung di antaranya mahoni dan ketapang kencana.

Seluruh bibit ditata di halaman depan hingga area dalam Mapolres Lhokseumawe. Masing-masing dilengkapi papan ucapan bertuliskan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 beserta identitas instansi maupun mitra yang mengirimkannya.

Tradisi Seremonial Diubah Menjadi Manfaat Jangka Panjang

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., mengatakan perubahan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai pengabdian yang lebih berkelanjutan.

Kesadaran Rekam KTP Jadi Tantangan, 5.823 Warga Aceh Utara Belum Terekam

Menurutnya, papan bunga hanya memiliki fungsi simbolis dengan masa pajang yang relatif singkat. Sebaliknya, bibit pohon akan terus tumbuh dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial dalam waktu yang panjang.

“Di usia Bhayangkara yang ke-80 ini, kami ingin setiap ucapan selamat dan apresiasi dari para mitra kerja bertransformasi menjadi sesuatu yang hidup, tumbuh, dan bermanfaat bagi alam maupun masyarakat. Pohon akan menghasilkan oksigen, menyerap karbon, membantu mencegah erosi tanah, serta beberapa di antaranya dapat memberikan hasil yang dapat dinikmati masyarakat. Inilah makna pengabdian yang ingin kami wariskan, yaitu memberikan manfaat yang terus berkelanjutan,” ujar Kapolres.

Program tersebut tidak berhenti pada pengumpulan bibit. Polres Lhokseumawe telah menyiapkan tahapan lanjutan berupa distribusi dan penanaman pohon di berbagai lokasi.

PT Pembangunan Lhokseumawe Percepat Kolaborasi Strategis Pengelolaan Limbah B3 Bersama

Bibit Akan Ditanam di Berbagai Lokasi

Ratusan bibit pohon yang terkumpul akan disalurkan secara bertahap ke seluruh Polsek jajaran Polres Lhokseumawe. Selain itu, bibit juga akan ditanam di lembaga pendidikan, instansi pemerintah, dan sejumlah kawasan yang membutuhkan penghijauan.

Kegiatan penanaman akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Muspika, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga komunitas pemuda. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.

Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa momentum Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Mendapat Apresiasi Berbagai Kalangan

Inovasi Kapolres Lhokseumawe mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk pegiat lingkungan dan masyarakat. Mereka menilai perubahan tradisi tersebut menjadi contoh sederhana yang mampu menghasilkan manfaat lebih besar dibandingkan penggunaan papan bunga.

Penyandang Disabilitas di Aceh Utara Diperkosa hingga Hamil

Selain mengurangi limbah, gerakan ini juga berpotensi meningkatkan ruang hijau apabila terus diterapkan pada berbagai kegiatan seremonial lainnya.

Polres Lhokseumawe berharap gerakan mengganti papan bunga dengan bibit pohon dapat menjadi inspirasi bagi instansi pemerintah, dunia usaha, organisasi, hingga masyarakat luas. Dengan demikian, setiap momentum peringatan tidak hanya meninggalkan kesan simbolis, tetapi juga menghadirkan warisan lingkungan yang terus tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.***

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.
Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement