Berita Ekonomi & Bisnis Gaya Hidup

Seirit Apa BYD M6 Plug-in Hybrid? Hasil Uji Jalan Ini Jadi Jawabannya

Konsumsi bahan bakar BYD M6 plug-in hybrid saat uji jalan di Jakarta, Bogor, dan BSD sangat irit hanya 0,26 liter bensin.
BYD M6 plug-in hybrid menunjukkan efisiensi luar biasa dalam pengujian jalan sejauh 149,2 kilometer dengan konsumsi bensin hanya 0,26 liter. Dok/Visual by AI.

Jakarta | Posindependent.comKonsumsi bahan bakar BYD M6 plug-in hybrid terbukti sangat irit dalam pengujian nyata di jalan raya. Tim Carmudi menguji langsung kendaraan keluarga berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini di rute perkotaan hingga antarkota pada Rabu 13 Mei 2026, dengan hasil mengejutkan: mobil hanya menghabiskan 0,26 liter bensin untuk perjalanan sejauh 149,2 kilometer.

Pengujian tersebut berlangsung dari Jakarta menuju Bogor, lalu berlanjut ke BSD, Tangerang Selatan, sebelum kembali ke titik awal di ibu kota. Rute ini sengaja dipilih untuk menggambarkan kondisi berkendara harian masyarakat urban hingga suburban dengan karakter lalu lintas yang beragam.

Hasil uji lapangan itu memperlihatkan bagaimana teknologi Dual Mode (DM-i) milik BYD mampu memprioritaskan tenaga listrik untuk mobilitas harian, sekaligus menjaga efisiensi bahan bakar tetap maksimal.

Jalur Penyeberangan Jakarta–Aceh Resmi Disiapkan, Distribusi Barang Diproyeksi Lebih Cepat

Uji Jalan BYD M6 di Jalur Kota hingga Tol

Tim penguji memulai perjalanan dari diler BYD Harmony Sudirman di Jakarta dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar dalam keadaan penuh. Pengujian menggunakan metode full to full untuk memastikan data konsumsi energi lebih akurat.

Mobil kemudian melaju menuju kawasan Summarecon Bogor melalui jalur tol, lalu melanjutkan perjalanan ke BSD sebelum akhirnya kembali ke Jakarta. Sepanjang perjalanan, total jarak tempuh tercatat mencapai 149,2 kilometer.

Selama pengujian, sistem penggerak Dual Mode Intelligent (DM-i) pada BYD M6 bekerja aktif dengan filosofi Electric-First. Teknologi ini membuat motor listrik menjadi sumber tenaga utama kendaraan.

Pemerintah Siapkan Regulasi AI Adaptif, Nezar Patria: Indonesia Harus Jadi Pemain Teknologi Digital

Berbeda dari mobil hybrid konvensional, roda BYD M6 langsung digerakkan motor listrik pada fase awal perjalanan. Mesin bensin 1.500 cc tetap berada dalam kondisi siaga dan tidak aktif ketika mobil menghadapi kepadatan lalu lintas Jakarta.

Situasi tersebut membuat kabin terasa senyap, menghadirkan pengalaman berkendara menyerupai mobil listrik murni.

Konsumsi Bahan Bakar BYD M6 Plug-in Hybrid Sangat Minim

Sistem baru mengaktifkan mesin bensin ketika daya baterai mencapai batas minimum setelah kendaraan menempuh sekitar 119,2 kilometer.

Beli Mobil Bekas? Wajib Cek Kampas Rem agar Pengereman Tetap Aman

Saat aktif, mesin bensin tidak langsung menggerakkan roda. Sistem memanfaatkan mesin untuk menghasilkan listrik melalui generator guna mengisi ulang baterai dalam mode HEV Series. Peralihan tenaga dari mode listrik penuh ke mode hybrid berlangsung mulus tanpa hentakan berarti.

Setelah menyelesaikan perjalanan, tim penguji kembali mengisi tangki dengan bahan bakar Pertamax di SPBU untuk menghitung konsumsi riil kendaraan.

Hasilnya cukup mengejutkan. Untuk menempuh jarak 149,2 kilometer, BYD M6 plug-in hybrid hanya membutuhkan tambahan bensin sebanyak 0,26 liter, dengan total biaya sekitar Rp3.198.

Konsumsi bahan bakar BYD M6 plug-in hybrid yang sangat rendah itu terjadi karena mayoritas tenaga kendaraan disuplai oleh baterai. Mesin bensin hanya bekerja di titik paling efisien dengan tingkat efisiensi termal hingga 46 persen.

9 Penyebab AC Mobil Mati Mendadak, Kenali Tandanya Sebelum Rusak Total

Selain hemat energi, kendaraan juga tetap menawarkan akselerasi responsif tanpa jeda perpindahan gigi karena seluruh sistem mendapat dukungan motor listrik berperforma tinggi.

Jadi Solusi Mobilitas dan Jembatan Elektrifikasi

Pengujian ini dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang masih menghadapi tantangan infrastruktur kendaraan listrik. Meski pasar kendaraan elektrifikasi tumbuh hingga 16 persen pada kuartal pertama 2026, mayoritas konsumen nasional masih mengandalkan mobil bermesin konvensional.

Sebaran stasiun pengisian kendaraan listrik yang belum merata juga membuat sebagian masyarakat masih khawatir melakukan perjalanan jauh atau mudik menggunakan mobil listrik murni.

Di tengah kondisi tersebut, BYD M6 terbaru hadir sebagai solusi transisi melalui teknologi PHEV. Pengguna dapat mengandalkan mode listrik untuk aktivitas harian tanpa harus sering membeli bensin, namun tetap memiliki fleksibilitas mesin konvensional saat bepergian jarak jauh.

Kombinasi kenyamanan mobil listrik dan kepraktisan mobil berbahan bakar konvensional membuat kendaraan ini berpotensi menjadi pilihan rasional bagi keluarga modern Indonesia.

Konsumsi bahan bakar BYD M6 plug-in hybrid yang sangat irit dalam pengujian nyata sekaligus memperkuat posisi teknologi PHEV sebagai jembatan menuju era elektrifikasi otomotif nasional.***

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.

bir ali
× Advertisement
× Advertisement