Aceh Utara | Posindependent.com – Puluhan pelajar Aceh Utara memungut ratusan kilogram sampah di kawasan stand Milad ke-800 Samudera Pasai, Rabu 9 September 2026. Mereka bergerak setelah melihat sampah plastik dan sisa makanan berserakan hingga ke badan jalan, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Aksi tersebut melibatkan sejumlah pelajar, termasuk siswa SMA Negeri 1 Lhoksukon. Mereka mengumpulkan sampah yang ditinggalkan pengunjung maupun aktivitas jual beli di sekitar area kegiatan.
Sampah yang mereka temukan terdiri atas material organik dan anorganik. Namun, sampah plastik seperti kantong kresek serta kemasan dan sisa jajanan menjadi jenis yang paling banyak terlihat.
Muhammad Syauqan Alfat, salah seorang pelajar SMA Negeri 1 Lhoksukon, mengatakan kondisi tersebut mendorong dirinya bersama pelajar lain untuk mengambil tindakan langsung.
“Kami melihat banyak sampah berserakan di arena kegiatan. Karena peduli terhadap kebersihan lingkungan, kami tergerak untuk membersihkannya,” kata Syauqan.
Menurut dia, kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Masyarakat yang beraktivitas di lokasi juga memiliki peran untuk menjaga area tetap bersih.
Pelajar Aceh Utara Ingatkan Pengunjung Soal Sampah
Syauqan mengaku prihatin melihat sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan. Karena itu, para pelajar memilih ikut turun ke lapangan untuk mengurangi sampah yang berserakan di sekitar lokasi Milad Samudera Pasai.
“Jadi kami sebagai siswa juga harus turun tangan untuk membersihkan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap aksi tersebut dapat mengingatkan masyarakat agar membawa atau membuang sampah pada tempat yang tersedia. Menurutnya, menjaga kebersihan tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan.
“Kami turun ke lapangan untuk membersihkan dampak dari masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak bertanggung jawab,” katanya.
Aksi pelajar Aceh Utara pungut sampah itu sekaligus menjadi pesan sederhana di tengah ramainya rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai, pengunjung dapat menikmati kegiatan tanpa meninggalkan persoalan sampah bagi lingkungan.***


