Berita Daerah

Al-Qur’an dari Madinah Bikin Stand DSI Aceh Utara Dipadati Pengunjung

Warga antre mendapatkan Al-Qur’an gratis di stand DSI Aceh Utara saat Milad ke-800 Samudera Pasai.
Warga mengantre untuk mendapatkan Al-Qur’an gratis di stand DSI Aceh Utara pada rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai di Landing, Lhoksukon, Senin (7/9/2026). Dok/DSI

Aceh Utara | Posindependent.com – Ratusan warga memadati stand Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Utara di kawasan Landing, Lhoksukon, selasa 8 September 2026, untuk mendapatkan Al-Qur’an dari Madinah yang dibagikan secara gratis. Antusiasme itu membuat stand DSI menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai.

Pengunjung bahkan rela mengantre di bawah terik matahari. Mereka datang bukan untuk mencari makanan atau produk UMKM, melainkan membawa pulang Al-Qur’an yang disebut dicetak di Madinah Al-Munawwarah.

Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai yang berlangsung pada 7–13 September 2026. Pemerintah daerah memusatkan berbagai kegiatan di kawasan Kantor Bupati Aceh Utara, Landing.

Komdigi Soroti 3 Isu Krusial dalam Pembahasan RUU Administrasi Kependudukan

Warga Antre Mendapatkan Al-Qur’an Gratis

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, S.Sos, menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu memenuhi persyaratan khusus untuk memperoleh Al-Qur’an tersebut.

Pengunjung cukup mengisi buku tamu dan daftar penerimaan. DSI Aceh Utara tidak memungut biaya dalam proses pembagian itu.

“Alhamdulillah, ratusan Al-Qur’an kami bagikan secara gratis kepada masyarakat. Mekanismenya sederhana, tamu cukup mengisi buku tamu dan daftar penerimaan sebagai bentuk tertib administrasi. Tidak ada pungutan atau persyaratan lainnya,” kata Hadaini.

Polri Ajak Masyarakat Jaga Ruang Demokrasi dan Sampaikan Aspirasi secara Damai

Antrean warga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Sejumlah pengunjung tetap bertahan meski kondisi cuaca cukup terik.

Bagi DSI Aceh Utara, respons itu menjadi salah satu hal yang menggembirakan dalam pelaksanaan kegiatan di tengah perayaan Milad Samudera Pasai.

Hadaini menilai antusiasme tersebut mencerminkan masih kuatnya perhatian masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Gelar Lomba Permainan Rakyat dalam Rangka Hari Kebudayaan 2026

“Ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an masih sangat kuat,” ujarnya.

DSI Aceh Utara Siapkan Pembagian Selanjutnya

Hadaini mengatakan pihaknya membuka kemungkinan untuk kembali membagikan Al-Qur’an kepada masyarakat apabila stok masih tersedia dan pelaksanaannya memungkinkan.

Namun, ia tidak menyebutkan jumlah pasti seluruh Al-Qur’an yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. DSI Aceh Utara menyampaikan bahwa ratusan Al-Qur’an telah dibagikan secara gratis kepada pengunjung.

Pansel Umumkan Hasil Seleksi JPT Aceh Utara 2026, 36 Kandidat Masuk Tiga Besar

Selain pembagian, DSI berharap masyarakat memanfaatkan Al-Qur’an tersebut untuk meningkatkan aktivitas membaca dan mempelajari kandungannya.

“Kami berharap Al-Qur’an yang diterima masyarakat tidak hanya disimpan di rumah, tetapi dibaca, dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hadaini.

Pesan itu menjadi bagian penting dari kegiatan DSI dalam momentum Milad ke-800 Samudera Pasai. Pemerintah daerah tidak hanya menghadirkan kegiatan yang bersifat hiburan dan ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi kegiatan keagamaan.

Pembangunan Parit di Jalan Merdeka Timur Lhokseumawe Dikeluhkan Warga, Akses Rumah dan Usaha Terganggu

Milad Samudera Pasai Hadirkan Ratusan Stan

Rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 13 September 2026.

Kawasan Landing menjadi pusat berbagai kegiatan yang melibatkan beragam unsur. Ratusan stan ikut meramaikan agenda tersebut, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, BUMS hingga UMKM dan pelaku usaha lainnya.

Di tengah keragaman stan tersebut, Al-Qur’an dari Madinah menjadi daya tarik tersendiri di stand DSI Aceh Utara.

Polisi Amankan 20 Unit Sepeda Motor Curian, Belasan Tersangka Ditangkap

Kondisi itu memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan juga mampu menarik perhatian pengunjung dalam sebuah agenda daerah yang menggabungkan berbagai aktivitas masyarakat.

Momentum tersebut juga berkaitan dengan sejarah Samudera Pasai sebagai bagian penting dari perjalanan Islam di Aceh. Karena itu, DSI Aceh Utara memaknai pembagian Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Momentum 800 tahun Samudera Pasai bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat peradaban Islam,” ujar Hadaini.

Pasar Murah Serentak di Gelar di 13 Titik di Aceh, Dinas Pangan Aceh Sediakan 1.000 Kupon untuk Warga Lhokseumawe

Ia berharap Al-Qur’an yang diterima masyarakat dapat memberikan manfaat lebih jauh setelah rangkaian Milad berakhir.

“Mudah-mudahan Al-Qur’an yang kita bagikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syariat dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” katanya.

Dengan kegiatan yang masih berlangsung hingga 13 September 2026, masyarakat masih memiliki kesempatan mengunjungi kawasan kegiatan Milad ke-800 Samudera Pasai. Sementara itu, DSI Aceh Utara membuka layanan pembagian Al-Qur’an gratis sesuai ketersediaan stok dan mekanisme yang telah ditetapkan.***

Luapan Krueng Peuto Rendam Satu Kecamatan di Aceh Utara

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.
Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement