Bandar Lampung | Posindependent.com – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong generasi muda memperkuat literasi keuangan agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat sekaligus menjadi pelaku ekonomi produktif di tengah pertumbuhan ekonomi digital. Pesan itu ia sampaikan saat membuka Lampung Financial Festival 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu 5 September 2026.
Festival yang berlangsung pada 5–6 September 2026 itu menghadirkan ribuan peserta, terutama mahasiswa dan pelajar. Sejumlah tokoh nasional turut mengisi rangkaian kegiatan, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda Raffi Ahmad, dan Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung.
Lampung Financial Festival 2026 mengemas edukasi melalui diskusi dan business talk bersama pelaku industri keuangan serta perbankan. Kegiatan itu juga membahas pemanfaatan layanan keuangan agar masyarakat semakin memahami cara mengelola keuangan secara aman dan produktif.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Literasi Keuangan Lampung Masih Perlu Diperkuat
Gubernur Mirza menyebut Lampung memiliki sejumlah modal ekonomi untuk menghadapi tantangan masa depan. Selain kekayaan sumber daya alam dan komoditas unggulan, daerah itu memiliki bonus demografi yang dapat menjadi kekuatan ekonomi.
Lampung memiliki sejumlah komoditas unggulan, seperti singkong, nanas, lada, tebu, kopi, dan jagung. Menurut Mirza, potensi tersebut perlu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi.
Namun, ia menilai kekayaan sumber daya alam tidak cukup jika masyarakat, terutama generasi muda, tidak mampu memanfaatkan teknologi dan mengambil keputusan keuangan dengan baik.
“Ketika komoditas unggulan, bonus demografi, akses teknologi, dan literasi keuangan kita gabungkan, maka kita akan menciptakan pelaku-pelaku ekonomi Lampung yang unggul dan berdaya saing,” ujar Mirza.
Data Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026 mencatat Indeks Literasi Keuangan Provinsi Lampung sebesar 72,29 persen. Sementara itu, Indeks Inklusi Keuangan mencapai 90,94 persen.
Angka tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan berkembang lebih cepat dibandingkan pemahaman dalam mengelola layanan tersebut. Kondisi itu membuat penguatan literasi menjadi penting agar masyarakat tidak sekadar memiliki akses, tetapi juga mampu menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak.
QRIS Lampung Capai 889 Ribu Merchant
Perkembangan ekonomi digital juga terlihat dari penggunaan QRIS di Lampung.
Hingga April 2026, jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung mencapai sekitar 889 ribu merchant. Pada periode yang sama, transaksi QRIS tercatat sebanyak 22,4 juta kali dengan nilai mencapai Rp1,87 triliun.
Gubernur Mirza ingin pertumbuhan tersebut tidak berhenti pada peningkatan jumlah pengguna layanan pembayaran digital. Ia mendorong anak muda memanfaatkan teknologi untuk membangun usaha dan menghasilkan pendapatan.
“Kita ingin ke depan bukan lagi hanya membayar menggunakan QRIS, tetapi bagaimana uang masuk melalui QRIS. Artinya, generasi muda kita harus menjadi pelaku usaha, menciptakan produk, dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi,” katanya.
Dorongan tersebut menempatkan literasi keuangan Lampung bukan sekadar persoalan kemampuan menggunakan layanan perbankan atau pembayaran digital. Generasi muda juga perlu wmemahami bagaimana mengelola pendapatan, mengambil keputusan finansial, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan aktivitas ekonomi.
Generasi Muda Jadi Kekuatan Ekonomi Lampung
Mirza menilai generasi muda akan memegang peran penting dalam arah perekonomian Lampung ke depan. Karena itu, bonus demografi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan teknologi dan pemahaman finansial.
“Generasi muda inilah yang akan menjadi kekuatan ekonomi Provinsi Lampung ke depan. Syaratnya, mereka harus produktif dan mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat,” ujar Mirza.
Melalui Lampung Financial Festival 2026, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami layanan keuangan formal dan mampu menggunakannya secara aman, bijak, serta produktif.
“Saya berharap Lampung Financial Festival ini dapat meningkatkan literasi keuangan anak-anak muda dan menciptakan generasi masa depan yang melek keuangan digital,” kata Mirza.
Penguatan literasi keuangan Lampung pada akhirnya diarahkan untuk mempertemukan potensi komoditas daerah, bonus demografi, teknologi, dan kemampuan finansial. Pemerintah Provinsi Lampung berharap kombinasi tersebut mendorong semakin banyak generasi muda menjadi pelaku usaha dan penggerak ekonomi daerah.***


