Berita Daerah

Luapan Krueng Peuto Rendam Satu Kecamatan di Aceh Utara

Banjir rendam rumah penduduk di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Foto: Rina

Aceh Utara | Posindependent.com – Puluhan rumah dari dua gampong di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara terendam banjir akibat luapan Krueng Peuto. Hujan deras mengguyur daerah tersebut membuat debit air sungai meningkat, sehingga meluap ke pemukiman penduduk, Rabu, 21 Oktober 2026.

Dua gampong terendam banjir luapan tersebut yakni Meunasah Dayah (kilometer 6) dan Meunasah Krueng (kilometer 5). Ketinggian air cukup bervariasi, mulai 30 sentimeter hingga satu meter, sedangkan genangan menutupi badan jalan lintas utama Lhoksukon-Cot Girek setinggi 25 sentimeter.

Salah seorang korban banjir di Gampong Meunasah Krueng, Nurjannah mengatakan banjir luapan sungai Krueng Peuto tersebut terjadi sejak tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Meskipun air mulai surut, kekhawatiran masih menyelimuti penduduk setempat lantaran tanggul jebol tak kunjung diperbaiki.

Seorang Petani Meninggal Dunia Tertimpa Pohon di Aceh Utara

“Baru dua hari lalu kami bersihkan rumah akibat banjir luapan, sekarang air kembali naik merendam rumah kami. Kondisi ini selalu terjadi setiap hujan deras mengguyur, karena tanggul dan pintu air yang rusak tidak diperbaiki sudah bertahun lamanya,” katanya.

Nurjannah mengatakan, setiap hujan deras dan air meluap ke pemukiman penduduk. Dirinya dan warga setempat mengaku kewalahan harus memindahkan barang-barang berharga, hewan ternak dan lainnya.

“Beruntung kalau air meluap pagi atau siang hari. Jika terjadi tengah malam, kami harus menyelamatkan anak-anak ke lokasi yang lebih aman,” tuturnya.

Teuku Mustafa Kamal Jabat Danrem 011 Lilawangsa

Akibat banjir luapan kerap terjadi di daerah itu, kata dia, banyak peralatan elektronik dan dinding rumah terbuat dari kayu jadi rusak. Karena itu, Nurjannah sangat berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul jebol di daerah tersebut, sehingga penderitaan masyarakat segera berakhir.

“Kami tidak mengharapkan bantuan lebih, hanya perbaikan tanggul dan pintu air saja segera diperbaiki. Sehingga kami tidak sengsara setiap hujan deras mengguyur,” ujarnya.

Guru PJOK Lhokseumawe Ikuti Konferensi Internasional di Thailand

Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement