Guru yang akrab disapa Bang Kepee itu, mengikuti 14th International Conference on Sport and Exercise Science (ICSES) dan 12th ASEAN Council of Physical Education and Sports (ACPES) International Conference 2026.
“Saya berharap pengetahuan diperoleh dalam forum tersebut dapat dibagikan kepada sesama guru PJOK di Aceh, khususnya Lhokseumawe,” kata Muzakir, Senin, 19 Oktober 2026.
Dikatakan Muzakir, konferensi diselenggarakan Fakultas Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Srinakharinwirot University, Thailand, itu mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi olahraga, serta tenaga pendidik dari berbagai negara.
Mengusung tema “Active Living for a Sustainable Future: Integrating AI in Sports Science, Physical Education, Recreation, and Holistic Health”, forum tersebut membahas gaya hidup aktif dan berkelanjutan serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam ilmu olahraga, pendidikan jasmani, rekreasi, dan kesehatan holistik.
Muzakkir mengatakan, keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal perkembangan terbaru dalam pembelajaran PJOK. Menurutnya, pertemuan dengan peserta dari berbagai negara membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi referensi bagi guru di sekolah.
“Ini adalah momentum penting kita, karena pemateri yang hadir berasal berbagai penjuru dunia. Ada dari Jerman, Italia, Australia, Singapura, Malaysia, Bangkok dan banyak lainnya,” ujar Muzakkir.
Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diteruskan kepada rekan-rekan guru melalui kegiatan pengembangan profesi.
“Ilmu yang saya dapatkan ini semoga bisa bermanfaat khususnya buat saya sendiri dan berharap bisa berbagi ilmu dengan rekan-rekan guru PJOK seluruh Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe,” tuturnya.
Muzakkir menambahkan, perkembangan ilmu olahraga dan pendidikan jasmani perlu menjadi perhatian tenaga pendidik agar pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pembelajaran PJOK, kata dia, tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik dan keterampilan gerak. Mata pelajaran tersebut juga berperan dalam membangun kedisiplinan, kerja sama, serta kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa.
“Karena itu, pengalaman mengikuti forum akademik internasional dapat memperkaya pendekatan pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Pengetahuan diperoleh juga mampu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di daerah,” katanya.
Muzakkir menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe dan Kepala SMP Negeri 9 Lhokseumawe, yang telah memberikan izin serta dukungan sehingga dirinya dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Ucapan terima kasih saya juga kepada Kepala Dinas Pendidikan Lhokseumawe dan Kepala Sekolah SMP 9 yang sudah memberikan izin untuk kegiatan ini,” ucapnya.
Muzakir berharap pengetahuan dari konferensi tersebut dapat dibagikan melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK maupun kegiatan pengembangan profesi lainnya.***


