Berita Daerah

Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Gelar Lomba Permainan Rakyat dalam Rangka Hari Kebudayaan 2026

Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Gelar Lomba Permainan Rakyat, puluhan siswa SD Muhammadiyah 6 Lhokseumawe mengikuti perlombaan permainan rakyat dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan 2026, Sabtu (24/10/2026). Foto: Dok Ist
Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Gelar Lomba Permainan Rakyat, puluhan siswa SD Muhammadiyah 6 Lhokseumawe mengikuti perlombaan permainan rakyat dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan 2026, Sabtu (24/10/2026). Foto: Dok Ist

LHOKSEUMAWE | posindependent.com – Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Gelar Lomba Permainan Rakyat, puluhan siswa SD Muhammadiyah 6 Lhokseumawe mengikuti perlombaan permainan rakyat dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan 2026, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah sejak pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan suasana penuh keceriaan sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam ini diinisiasi oleh Panitia Pelaksana Hari Kebudayaan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, dengan melibatkan SD Muhammadiyah 6 Lhokseumawe sebagai mitra pelaksana.

Selain memperkenalkan warisan budaya daerah, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan interaksi sosial, mempererat persaudaraan antarsiswa, serta membangun karakter melalui permainan tradisional yang mengandung nilai edukatif. Upaya tersebut juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan alternatif kegiatan positif di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak.

Komdigi Soroti 3 Isu Krusial dalam Pembahasan RUU Administrasi Kependudukan

Ketua Panitia Pelaksana, Hendra Suharyono, S.Sos., mengatakan antusiasme para siswa menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik sebagai sarana pembelajaran dan pelestarian budaya.

Menurutnya, kegiatan tersebut mengusung tema “Uroe Meuen, Wareh Tajaga, Meusapat Geutanyoe Peukong Budaya”, yang bermakna “Hari Bermain, Persaudaraan Terjaga, Berkumpul Kita Memperkokoh Budaya”.

Filosofi tersebut mengandung pesan bahwa kebersamaan melalui permainan dapat mempererat hubungan persaudaraan sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal. Melalui kegiatan uroe meuen atau hari bermain dan meusapat atau berkumpul bersama, para siswa diharapkan dapat mengenal nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan melalui permainan rakyat.

Polri Ajak Masyarakat Jaga Ruang Demokrasi dan Sampaikan Aspirasi secara Damai

Dalam perlombaan tersebut, para siswa mengikuti empat jenis permainan tradisional, yakni engklek, lari batok, congklak, dan bola keong atau lempar batu keong.

Setiap permainan memiliki manfaat edukatif yang berbeda. Engklek dan lari batok melatih ketangkasan fisik, keseimbangan, serta koordinasi gerak. Sementara itu, congklak membantu mengembangkan kemampuan berhitung, konsentrasi, dan strategi. Adapun permainan bola keong melatih ketepatan, fokus, serta koordinasi mata dan tangan.

Selain aspek keterampilan, perlombaan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, kedisiplinan, dan sikap saling menghargai di antara para peserta.

Pansel Umumkan Hasil Seleksi JPT Aceh Utara 2026, 36 Kandidat Masuk Tiga Besar

Kemeriahan kegiatan ditutup dengan kebersamaan para siswa menikmati kudapan tradisional dan makan siang bersama. Suasana tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarpeserta sekaligus mengenalkan kekayaan kuliner tradisional.

Kepala SD Muhammadiyah 6 Lhokseumawe, Faisal Ramon, S.T., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Panitia Pelaksana Hari Kebudayaan Kota Lhokseumawe dan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak sekolah sebagai mitra pelaksana kegiatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Panitia Pelaksana Hari Kebudayaan Kota Lhokseumawe atas kepercayaan yang diberikan kepada SD Muhammadiyah 6 Lhokseumawe sebagai pelaksana peringatan Hari Kebudayaan 2026 ini. Amanah ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi juga dekat dengan masyarakat dan akar budaya kita,” ujar Faisal Ramon, Sabtu (24/10/2026).

Pembangunan Parit di Jalan Merdeka Timur Lhokseumawe Dikeluhkan Warga, Akses Rumah dan Usaha Terganggu

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar permainan tradisional tetap dikenal oleh generasi muda dan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pelestarian kebudayaan, panitia penyelenggara, dan institusi pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.

Melalui perlombaan permainan rakyat tersebut, peringatan Hari Kebudayaan 2026 di SD Muhammadiyah 6 Lhokseumawe tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi siswa, tetapi juga sarana pembelajaran untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, memperkuat persaudaraan, dan meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.

Polisi Amankan 20 Unit Sepeda Motor Curian, Belasan Tersangka Ditangkap

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.

Pasar Murah Serentak di Gelar di 13 Titik di Aceh, Dinas Pangan Aceh Sediakan 1.000 Kupon untuk Warga Lhokseumawe
Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement