Lhokseumawe | Posindependent.com – Majelis Ta’lim Ceudah Darul Hikmah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Peringatan tersebut diiringi dengan tausiah agama dan menyantuni anak yatim di Kompleks Duta Ceudah, Gampong Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis, 29 Oktober 2026.
Dalam tausiah tersebut, Ustaz Junaidi Ilyas yang akrab disapa Ustaz Uje mengajak jamaah meneladani kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis, berlandaskan keimanan, serta saling mendukung dalam kebaikan.
Uje mengisahkan keteladanan Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW, yang senantiasa memberikan dukungan moral dan mengorbankan hartanya untuk membantu perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.
“Khadijah merupakan sosok yang pertama kali memberikan dukungan dan membenarkan Rasulullah ketika menerima wahyu. Kesetiaan serta pengorbanannya menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah Islam,” kata Uje dalam tausiah.
Menurut Ustaz Uje, kehidupan rumah tangga Rasulullah dan Khadijah mengajarkan bahwa keluarga memiliki peran besar dalam mendukung perjuangan, menguatkan pasangan, serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Selain itu, dirinya juga mengajak jemaah memahami karakter perempuan yang dirindukan surga melalui ketakwaan kepada Allah SWT, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ketaatan kepada suami dalam perkara yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat Islam.
“Kita mengapresiasi anggota Majelis Ta’lim Ceudah yang mayoritas terdiri dari kaum ibu, karena tetap aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan mereka,” katanya.

Ustaz Junaidi Ilyas yang akrab sapa Ustaz Uje menyampaikan tausiah agama pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.di Majelis Ta’lim Ceudah Darul Hikmah di Kompleks Duta Ceudah, Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Foto: RYD.
Menurutnya, keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan tersebut merupakan langkah positif yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ketua Majelis Ta’lim Ceudah, Eva Dewi, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Selain tausiah dan kenduri, kami juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim di lingkungan desa,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Melalui peringatan Maulid Nabi dan santunan anak yatim, kita berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam membangun keluarga maupun dalam memperkuat kepedulian terhadap sesama,” imbuhnya.***
Penulis : Rahmad
Editor : Rina


