Berita Daerah

Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Latih Warga Produksi Cerdas Permen dan Jamu Pasca Banjir di Aceh Utara

Mahasiswa bersama kelompok masyarakat telah melaksanakan pelatihan pembuatan awal produk permen Dinnek dan jamu Nahjan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca banjir di Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara,
Mahasiswa bersama kelompok masyarakat telah melaksanakan pelatihan pembuatan awal produk permen Dinnek dan jamu Nahjan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca banjir di Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, pada hari Kamis dan Jumat, Tanggal 12-13 Februari 2026. Foto: Dok humas STiKesMu

ACEH UTARA | posindependent.com – Mahasiswa bersama kelompok masyarakat telah melaksanakan pelatihan pembuatan awal produk permen Dinnek dan jamu Nahjan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca banjir di Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, pada hari Kamis dan Jumat, Tanggal 12 – 13 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemulihan aktivitas produktif masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Pelatihan diawali dengan koordinasi dan persiapan bersama kelompok masyarakat untuk memastikan kesiapan bahan dan alat produksi. Tim kemudian memberikan pengenalan mengenai jenis bahan yang digunakan, teknik pengolahan, serta tahapan produksi yang tepat untuk menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan permen Dinnek dan jamu Nahjan dengan pendampingan dari mahasiswa.

Dalam praktik tersebut, peserta dilibatkan mulai dari proses persiapan bahan baku, pengolahan, hingga pembentukan produk awal sebagai contoh hasil produksi. Selain itu, tim juga memberikan edukasi terkait pentingnya kebersihan selama proses produksi, terutama mengingat kondisi pasca banjir yang memerlukan perhatian lebih terhadap sanitasi lingkungan dan keamanan pangan.

Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Lhokseumawe Gelar Lokakarya Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pendekatan Graduasi, MEMPHIS-PGA Project

Pelaksanaan pelatihan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang melihat kegiatan tersebut sebagai peluang untuk kembali menggerakkan kegiatan ekonomi rumah tangga. Salah satu perwakilan tim menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membantu masyarakat bangkit melalui pemanfaatan potensi usaha tradisional yang mudah dijalankan.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga dapat menghasilkan produk yang bernilai jual dan mendukung pemulihan ekonomi pasca banjir,” ujarnya.

Selain meningkatkan keterampilan produksi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dalam menyusun rencana pengembangan usaha ke depan. Hasil pelatihan akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan bentuk pendampingan lanjutan, termasuk peningkatan kualitas produk, teknik pengemasan, serta strategi pemasaran.

Kolaborasi Islamic Relief dan Baitul Mal: 28 Unit Rumah Layak Huni di Serahkan, 50 Unit telah Terealisasi

Melalui kegiatan pemberdayaan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki motivasi untuk membangun kembali aktivitas ekonomi secara bertahap setelah terdampak bencana. Pendampingan lanjutan direncanakan akan terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan usaha permen Dinnek dan jamu Nahjan sebagai salah satu potensi unggulan masyarakat setempat.

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama Pos Independent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.

Polres Lhokseumawe Selesaikan Sengketa Pertanahan Melalui Restorative Justice, Libatkan Perangkat Desa Cot Trieng
× Advertisement
× Advertisement