LHOKSEUMAWE | posindependent.com – Alhamdulillah, pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Islamic Relief Indonesia berhasil menyalurkan sebanyak 274 ekor sapi kurban dan sejumlah kambing di berbagai wilayah Indonesia. Distribusi qurban tersebut meliputi 232 ekor sapi di Nusa Tenggara Barat (NTB), 28 ekor sapi di Aceh khususnya di kota lhokseumawe, serta 14 ekor sapi di Palu, Sulawesi Tengah.
Sebanyak 274 ekor sapi tersebut merupakan hasil penghimpunan program Double Kurban – Double Berkah, yang terdiri atas 138 ekor sapi dari para mudhohi atau sohibul qurban luar negeri, serta 136 ekor sapi dari para pequrban dalam negeri, baik individu maupun lembaga.
Dukungan lembaga di antaranya berasal dari Baitul Mal Kota Lhokseumawe dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah. Khusus di Aceh, Islamic Relief Indonesia berkolaborasi dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe dalam penyaluran qurban kepada masyarakat.
Dalam kolaborasi tersebut, Baitul Mal Kota Lhokseumawe turut menyumbangkan sebanyak 10 ekor sapi qurban yang difokuskan pada satu titik pemotongan dan distribusi di Desa Baloy, Kecamatan Blang Mangat. Penyaluran tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di lima desa, yakni Desa Baloy, Baloy Tunong, Kuala, Ulee Blang Manee, dan Teungoh.
Sementara itu, sebanyak 18 ekor sapi kurban lainnya dari Islamic Relief Indonesia disebarkan pada tiga titik distribusi di sejumlah kecamatan lainnya dalam wilayah Kota Lhokseumawe.
Distribusi daging kurban difokuskan kepada keluarga dhuafa, anak yatim, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat penerima manfaat.
CEO Islamic Relief Indonesia, Nanang Subana Dirja, menyampaikan bahwa program Double Kurban – Double Berkah merupakan bentuk sinergi antara semangat berurban masyarakat Indonesia dengan kepedulian para sahibul kurban dari luar negeri.
Dalam pelaksanaannya, program ini menerapkan prinsip bahwa setiap satu sapi kurban dari mudhahi Indonesia akan didampingi oleh satu sapi kurban dari luar negeri.
“Setiap mudhahi Indonesia yang berkurban sapi melalui Islamic Relief dengan berat minimal 200 kilogram akan mendapatkan satu sapi pendamping dari luar negeri dengan berat 200–230 kilogram. Sapi dari mudhahi Indonesia dapat dibagikan sesuai ‘urf atau kebiasaan setempat, sementara sapi dari luar negeri khusus diperuntukkan bagi fakir miskin dengan ketentuan satu sapi untuk 35 keluarga. Inilah bentuk keberkahan sosial dari ibadah kurban,” ujar Nanang.
Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. H. Tgk. Damanhur Abbas, Lc., MA menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Islamic Relief Indonesia dalam menghadirkan manfaat kurban bagi masyarakat Kota Lhokseumawe.
“Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu di Kota Lhokseumawe. Baitul Mal Kota Lhokseumawe turut berpartisipasi dengan menyumbangkan 10 ekor sapi kurban sehingga total keseluruhan mencapai 28 ekor sapi yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat di 3 kecamatan,” ujar Dr. H. Tgk. Damanhur Abbas, Lc., MA.
Ia menambahkan, sinergi antara lembaga sosial dan kemanusiaan sangat penting untuk memperluas manfaat program keummatan serta memperkuat semangat berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRK Kota Lhokseumawe, Nurbayan mengapresiasi program kurban kolaborasi yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu di Kota Lhokseumawe.
“Program kurban kolaborasi seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu di Kota Lhokseumawe. Kami mengapresiasi Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe yang terus menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujar Nurbayan.
Sementara itu, Camat Blang Mangat, Faisal menyampaikan bahwa masyarakat sangat terbantu dengan adanya distribusi daging kurban yang menjangkau wilayah-wilayah penerima manfaat di Kecamatan Blang Mangat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat. Program kurban ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama keluarga dhuafa dan lansia. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Faisal.
Ketua LAZNAS Islamic Relief Indonesia, Inayatullah Abd Hasyim, menyampaikan bahwa ibadah kurban memiliki makna spiritual yang sangat mendalam, bukan sekadar ritual penyembelihan hewan.
“Hakikat kurban adalah menyembelih keterikatan hati terhadap dunia. Hewan qurban yang disembelih hanyalah simbol dari pengorbanan yang lebih besar, yakni melepaskan ambisi, jabatan, harta, dan segala sesuatu yang menempati hati selain Allah SWT,” ujarnya, mengutip pandangan Imam Al-Qusyairi.
Aceh Area Coordinator Islamic Relief Indonesia, Yusrizal Puteh mengatakan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, relawan, serta dukungan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban di Aceh berjalan dengan baik dan lancar. Program ini bukan hanya tentang distribusi daging kurban, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kami memastikan amanah para mudhahi tersampaikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Yusrizal Puteh.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa dalam setiap proses distribusi, daging qurban dikemas menggunakan box plastik bertuliskan “Kurbani Meat Distribution Program 2026”. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh sekitar 3,5 kilogram daging segar lengkap dengan hati, jeroan, tetelan, dan bagian lainnya.
“Kami berharap distribusi ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein hewani keluarga penerima manfaat selama beberapa hari ke depan, khususnya bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Inilah makna nyata dari ‘double berkah’ yang ingin dihadirkan,” tambah Nanang.
Pantauan lapangan pada hari pertama pemotongan, 27 Mei 2026, menunjukkan bahwa para mustahik penerima manfaat memperoleh daging qurban dengan berat berkisar 3,5 kilogram per keluarga lengkap dengan bagian lainnya.
Melalui program ini, Islamic Relief Indonesia bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe berharap nilai-nilai ibadah kurban dapat terus memperkuat kepedulian sosial, ukhuwah Islamiyah, dan semangat saling membantu antar sesama masyarakat. Program ini merupakan sebagai syiar bagi warga kota Lhokseumawe untuk melaksanakan Ibadah kurban, karena masih ada desa yang tidak ada hewan kurban, menunjukkan masih rendah spirit kurban di pedesaan. Ujar Ketua BMK Damanhur Abbas


