Berita Daerah

Kebakaran Kayu Sisa Banjir di Sawang Aceh Utara Meluas, Ratusan KK Resah Rumah Terancam

Kebakaran kayu sisa banjir di Sawang Aceh Utara mengancam rumah warga
Petugas pemadam kebakaran bersama warga berupaya memadamkan kobaran api yang membakar tumpukan kayu sisa banjir di Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Kamis (28/5/2026). Api dilaporkan meluas hingga mengancam permukiman warga. Photo: Potongan Video Warga

ACEH UTARA | Posindependent.com Kebakaran kayu sisa banjir di Sawang Aceh Utara semakin meluas setelah tumpukan kayu gelondongan di Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, terbakar sejak Rabu malam, 27 Mei 2026. Kobaran api kini mulai merembet ke dua gampong tetangga dan mengancam permukiman warga di kawasan tersebut.

Hingga Kamis, 28 Mei 2026, petugas pemadam kebakaran bersama warga masih berjibaku memadamkan api yang membakar tumpukan kayu sisa banjir besar akhir tahun lalu. Kebakaran itu belum diketahui penyebab pastinya.

Keuchik Gampong Babah Krueng, Mahdi Abdullah, mengatakan api kini telah merembes ke tumpukan kayu di Gampong Blang Tarakan dan Lhok Bayu. Kondisi tersebut membuat warga mulai khawatir karena lokasi kebakaran berada dekat dengan rumah penduduk.

Program Double Kurban–Double Berkah, Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Lhokseumawe Salurkan 28 Ekor Sapi Kurban

Api Merembet ke Gampong Tetangga

“Api sudah merembes dan membakar kayu gelondongan di gampong tetangga, yaitu Blang Tarakan dan Lhok Bayu,” kata Mahdi Abdullah saat dikonfirmasi media, Kamis, 28 Mei 2026.

Mahdi menyebutkan, saat ini lima armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Armada tersebut berasal dari Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, serta bantuan satu unit water cannon milik Polres Lhokseumawe.

Warga di sekitar lokasi mulai diliputi keresahan. Mahdi mengatakan sebanyak 161 kepala keluarga (KK) tinggal di kawasan padat penduduk yang berdekatan dengan titik kebakaran.

Mualem: Idul Adha Jadi Momentum Ketulusan dan Pengorbanan untuk Bangun Aceh

“Masyarakat kini mulai khawatir dan resah. Mereka takut api menjalar ke permukiman penduduk karena rumah-rumah di sini cukup padat,” ujarnya.

Mahdi berharap pemerintah segera mengambil langkah serius untuk menangani persoalan tumpukan kayu sisa banjir yang sudah mengering dan dinilai sangat rawan terbakar.

Lima Rumah dan Meunasah Sempat Terancam

Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, mengungkapkan kebakaran mulai membesar setelah waktu magrib pada Rabu malam. Tumpukan kayu sisa banjir di Gampong Babah Krueng diperkirakan mencapai lebih dari satu hektare dengan kedalaman sekitar tiga hingga lima meter.

Unimal Salurkan Hewan Kurban ke 7 Desa Binaan di Aceh Utara-Lhokseumawe

Menurut Tarmizi, luas area yang terbakar telah mencapai ratusan meter. Asap tebal dan bara api terlihat terus membesar sehingga petugas harus bekerja ekstra agar api tidak menjalar ke kawasan permukiman.

“Jika tidak segera dipadamkan, akan mengancam lima unit rumah warga dan satu meunasah karena tumpukan kayu berada di area rumah penduduk,” kata Tarmizi.

Ia menambahkan, tumpukan kayu tersebut telah berada di lokasi selama sekitar enam bulan pascabanjir besar. Kayu-kayu sisa material banjir itu bahkan tersambung di tiga gampong, yakni Babah Krueng, Blang Tarakan, dan Lhok Bayu.

Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Selain ancaman kebakaran, warga juga mengeluhkan kondisi sungai di kawasan itu yang semakin dangkal akibat dipenuhi sampah dan material banjir.

Danrem Ajak Prajurit Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim di Hari Raya Qurban

Mahdi menjelaskan, sebelumnya sebagian kayu sempat diangkat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membersihkan area rumah warga. Namun, proses itu tidak tuntas karena keterbatasan lokasi pembuangan material.

“Krueng di sini juga sudah dangkal dan dipenuhi sampah. Karena tanggul di gampong tetangga sudah jebol, semua sampah mengalir ke sungai kami,” katanya.

Hingga Kamis dini hari, petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya menjinakkan api. Warga berharap kebakaran kayu sisa banjir di Sawang Aceh Utara segera terkendali agar tidak menimbulkan kerusakan lebih besar dan membahayakan permukiman penduduk.***

Dapatkan pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan praktis bersama PosIndependent. Ikuti saluran resmi kami di WhatsApp Channel disini untuk menerima notifikasi berita pilihan setiap hari.
bir ali
× Advertisement
× Advertisement