ACEH UTARA | posindependent.com – Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat Pasca Banjir melalui Pencegahan dan Manajemen Komorbid Hipertensi dan Artritis Gout resmi dilepaskan oleh Kepala Desa, Kabupaten Aceh Utara. Pelepasan berlangsung 1 Maret 2026 pada pukul 11.00 WIB di Desa Meunasah Rayeuk, wilayah yang sebelumnya terdampak banjir.
Rombongan mahasiswa dan tim pengabdian dilepas langsung oleh Kepala Desa Zulkifli. Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa yang telah melaksanakan program mahasiswa berdampak yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebagai wahana pembelajaran konstektual bagi mahasiswa sekaligus mendukung percepatan pemulihan masyarakat bencana.

Program pengabdian masyarakat tersebut melibatkan sebanyak 50 mahasiswa dari STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Meunasah Rayeuk. Minggu, 01 Maret 2026. Foto: Dok Humas STIKes Muhammadiyah
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa didampingi oleh tim pengabdian yang dipimpin Dr. Ns. Sri Andala, S.Kep., M.Kep. sebagai ketua, bersama anggota Ns. Liza Wahyuni, S.Kep., M.Kep. dan Agusri, SKM., M.Kes. Program ini menghadirkan inovasi Produk Jamu dan Permen sebagai solusi untuk bangkitnya UMKM desa pascabencana.
Program ini sangat bermanfaat bagi lansia pasca banjir karena membantu menjaga stabilitas kesehatan, mencegah komplikasi penyakit kronis, meningkatkan pengetahuan kesehatan, serta memperkuat dukungan komunitas dalam pemulihan pasca bencana. Inovasi jamu dan permen herbal dalam program ini bermanfaat untuk mendukung pengelolaan hipertensi dan artritis gout secara alami, praktis, dan berbasis kearifan lokal, sekaligus meningkatkan kemandirian kesehatan lansia pasca banjir. Program ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Zulkifli, menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang telah dilakukan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui program Mahasiswa Berdampak memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya lansia yang terdampak banjir, untuk kembali menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan mereka.
Melalui berbagai kegiatan seperti pemberdayaan kader kesehatan, pelaksanaan Sekolah Lansia Sehat, serta penguatan layanan Posyandu Plus, masyarakat mendapatkan pendampingan dalam upaya pencegahan dan pengelolaan komorbid hipertensi dan artritis gout.
Program ini juga menghadirkan inovasi produk kesehatan berupa jamu herbal dan permen kesehatan yang dikembangkan dengan memanfaatkan bahan lokal serta didukung pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai bagian dari pengembangan UMKM desa. Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa menyampaikan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pasca banjir karena tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pola hidup sehat, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis produk kesehatan lokal.
Dengan berakhirnya program mahasiswa berdampak dan pelepasan resmi kegiatan ini, diharapkan inovasi yang telah diterapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.
Program PKM Mahasiswa Berdampak Pencegahan dan Manajemen Komorbid Hipertensi dan Artritis Gout menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk pembangunan berkelanjutan. Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dan pemerintah desa dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan warga.


