Berita Daerah

Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Lhokseumawe Gelar Lokakarya Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pendekatan Graduasi, MEMPHIS-PGA Project

Islamic Relief Indonesia berkolaborasi dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan pelatihan dan lokakarya bertajuk Project MEMPHIS (Make Extreme Poverty History Through Poor Graduation Approach), yang berlangsung di Ruang Offroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4), pukul 14.00 WIB hingga selesai. Foto:Dok ist

LHOKSEUMAWE | posindependent.com, 15 April 2026 — Islamic Relief Indonesia berkolaborasi dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan pelatihan dan lokakarya bertajuk Project MEMPHIS (Make Extreme Poverty History Through Poor Graduation Approach), yang berlangsung di Ruang Offroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4), pukul 14.00 WIB hingga selesai.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan graduasi (Graduation Approach), yaitu metode terintegrasi yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin secara bertahap dan berkelanjutan.

Kolaborasi Islamic Relief dan Baitul Mal: 28 Unit Rumah Layak Huni di Serahkan, 50 Unit telah Terealisasi

 

Pelatihan tersebut dipandu langsung oleh CEO Nanang Subana Dirja bersama jajaran Board of Trustees (BOT) Islamic Relief Indonesia Dr.Yasin, serta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, lembaga zakat, dan mitra program.

 

Polres Lhokseumawe Selesaikan Sengketa Pertanahan Melalui Restorative Justice, Libatkan Perangkat Desa Cot Trieng

Dalam sambutannya, Nanang Subana Dirja menegaskan bahwa pendekatan MEMPHIS-PGA bukan hanya sekadar bantuan sosial, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian masyarakat.

 

“Pendekatan graduasi dalam Project MEMPHIS dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui intervensi yang komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas, akses ekonomi, hingga pendampingan berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu melahirkan keluarga-keluarga yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Pangkalan Smk Negeri 1 Lhokseumawe Sukses Gelar Latgab “meuseuraya”

 

Dukungan juga disampaikan oleh Dr. Yasin Selaku BOT (Board Of Trustees) yang menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam menyukseskan program tersebut.

 

“Kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan lembaga zakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memperluas jangkauan dan dampak intervensi,” katanya.

Telat Rekam KTP-el? Siap-Siap KK Terkunci dan Urusan Pindah Terhenti!

 

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, H.Dr.Damanhur Abbas, Lc, MA, yang hadir didampingi anggota badan Dr. Munawir, Lc, MA, Lailan Fajri S dan Jumiati, serta Kepala Sekretariat Maimun, S.Sos, M.A.P,. Ustadz.Damanhur Abbas menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung program pengentasan kemiskinan berbasis zakat.

 

“Baitul Mal siap bersinergi dalam implementasi program MEMPHIS ini, khususnya dalam penguatan ekonomi mustahik melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif,” tutur Damanhur.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama serta komitmen lintas sektor dalam mengimplementasikan pendekatan graduasi sebagai solusi efektif dan berkelanjutan untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Kota Lhokseumawe.

 

Selanjutnya, Yusrizal Puteh selaku Area Coordinator Islamic Relief Indonesia Kantor Aceh menyampaikan bahwa program ini telah menunjukkan dampak positif di berbagai wilayah.

 

“Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat penerima manfaat. Kami optimistis implementasinya di Lhokseumawe akan memberikan hasil yang signifikan, khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” ungkapnya.

 

Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Plt. Asisten I, Mirda Ikhsan yang mewakili Wali Kota Sayuti Abu Bakar, SH, MH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Kami berharap program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, program ini selaras dengan Visi-Misi Kota Lhokseumawe,” tutupnya.

 

Usai pelaksanaan lokakarya, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Pakta Kerja Sama MEMPHIS-PGA Project antara Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengimplementasikan program pengentasan kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan di Kota Lhokseumawe.

 

Dalam kerja sama tersebut, total anggaran program yang dialokasikan mencapai Rp.4.710.031.000, dengan rincian kontribusi dari Islamic Relief Indonesia sebesar Rp3.710.031.000 Milyar dan dari Baitul Mal Kota Lhokseumawe sebesar Rp1.000.000.000 (Satu Milyar Rupiah).

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama serta komitmen lintas sektor dalam mengimplementasikan pendekatan graduasi sebagai solusi efektif dan berkelanjutan untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Kota Lhokseumawe.

× Advertisement
× Advertisement