Aceh Utara | Posindependent.com – Pelatihan IT dan Desain Digital Disabilitas digelar di Laboratorium Komputer SLB Negeri Aneuk Nanggroe pada 6–10 April 2026. Mahasiswa S2 Pendidikan Khusus Universitas Negeri Malang, Zulfajra, S.Pd.Gr., menginisiasi dan memimpin langsung kegiatan tersebut, sementara Kepala Sekolah Samhudi, S.Pd., membuka acara. Sebanyak 12 alumni penyandang disabilitas hambatan pendengaran mengikuti pelatihan ini sebagai upaya memperkuat keterampilan kerja berbasis digital.
Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Pihak sekolah menyediakan fasilitas laboratorium komputer untuk mendukung kelancaran pelatihan, meskipun program ini sepenuhnya merupakan inisiatif akademik mahasiswamahasiswa.
Pelatihan ini menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha mandiri.
Inisiatif Akademik, Solusi Nyata di Lapangan
Zulfajra merancang program ini sebagai bagian dari mata kuliah pengembangan profesi pendidikan khusus. Ia mengarahkan pelatihan pada kemampuan dasar teknologi informasi dan desain digital yang aplikatif.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan karya digital sederhana. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mempercepat pemahaman sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri peserta.
Sepanjang pelatihan, peserta menunjukkan keterlibatan aktif. Mereka mengikuti setiap sesi dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah kemampuan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Kepala sekolah Samhudi menilai kegiatan ini sejalan dengan kebutuhan alumni dalam menghadapi tantangan pasca pendidikan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perguruan tinggi.
“Kegiatan seperti ini memberi nilai tambah bagi alumni kami. Mereka membutuhkan keterampilan nyata untuk bisa mandiri,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari orang tua peserta yang secara konsisten memastikan kehadiran anak-anak mereka selama pelatihan berlangsung. Kehadiran penuh peserta menjadi indikator kuatnya dukungan keluarga terhadap pengembangan kapasitas anak.
Dorong Keberlanjutan dan Kemandirian
Melalui Pelatihan IT dan Desain Digital Disabilitas, para alumni diharapkan mampu membuka peluang kerja maupun merintis usaha berbasis keterampilan digital. Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa intervensi sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan dampak signifikan.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut melalui kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya.
Apresiasi pun disampaikan kepada Zulfajra atas inisiatif dan kontribusinya dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan alumni. Pelatihan IT dan Desain Digital Disabilitasmenjadi contoh konkret bagaimana sinergi dunia pendidikan mampu mendorong kemandirian penyandang disabilitas.***


