ACEH UTARA | posindependent.com — Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa kembali terlihat melalui rangkaian kegiatan program Mahasiswa Berdampak yang dilaksanakan oleh mahasiswa STIKes Muhammadiyah bersama masyarakat dan pemerintah desa di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini meliputi proses pelebelan produk unggulan desa serta pembentukan kelompok masyarakat sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengembangan UMKM lokal. Sabtu, 28 Februari 2026.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa STIKes Muhammadiyah bersama masyarakat melaksanakan proses pelebelan produk Permen Dinnek dan Jamu Nahjan yang menjadi salah satu produk unggulan desa. Proses ini melibatkan langsung kelompok masyarakat sebagai pelaku usaha sehingga mereka dapat memahami tahapan pengemasan dan pemasaran produk secara lebih profesional.
Kegiatan pelebelan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tampilan produk sekaligus memperkuat identitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Masyarakat secara aktif mengikuti proses pemasangan label produk, pengecekan kemasan, hingga memastikan informasi produk telah sesuai dengan standar pemasaran.
Melalui pendampingan mahasiswa STIKes Muhammadiyah, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kemasan yang menarik, legalitas produk, serta strategi pemasaran berbasis potensi lokal desa. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan produk secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan agenda penting yaitu pembentukan Kelompok Masyarakat UMKM Desa Meunasah Rayeuk yang secara resmi disahkan melalui penandatanganan oleh Geuchik Desa Meunasah Rayeuk bersama perwakilan masyarakat dan mahasiswa pendamping.
Dalam sambutannya, Geuchik Desa Meunasah Rayeuk menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa STIKes Muhammadiyah yang telah berperan aktif mendampingi masyarakat dalam mengembangkan produk lokal desa.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama mahasiswa bersama masyarakat dalam mengembangkan produk desa. Pelebelan ini bukan hanya mempercantik kemasan, tetapi menjadi langkah awal agar produk Permen Dinnek dan Jamu Nahjan dapat dikenal lebih luas. Dengan terbentuknya kelompok masyarakat hari ini, kami berharap usaha ini terus berjalan, berkembang, dan mampu meningkatkan ekonomi warga Desa Meunasah Rayeuk,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan pengembangan UMKM melalui pembinaan, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan masyarakat dan pihak akademisi.
Pembentukan kelompok masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih terstruktur, memperkuat kerja sama antar anggota, serta menjaga keberlanjutan produksi dan pemasaran produk unggulan desa.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa STIKes Muhammadiyah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.***


